Jumat, 02 November 2012

Hellen Keller


Profile
Nama:  Helen Adams Keller
Tempat / tanggal lahir:  Tuscumbia, Alabama/ 27 Juni 1980
Pekerjaan:  Penulis, Aktivis Politik, Dosen, Advokat bagi penyandang cacat.
Meningal:  1 Juni 1968 (umur 87 tahun) di Easton, Connecticut


Helen Adams Keller dilahirkan pada tanggal 27 Juni, 1880 di Tuscumbia, Alabama. Keluarganya tinggal di sebuah wisma, "Ivy Green," yang dibangun oleh kakek Helen beberapa dekade sebelumnya. Ayahnya Helen, Arthur Henley Keller, menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja sebagai editor untuk koran lokal "North Alabamian" di Tuscumbia dan juga pemilik dari sebuah perkebunan. Arthur Keller juga menjabat sebagai seorang kapten untuk Angkatan Darat Konfederasi.  Ibunya Helen, Kate Adams, adalah anak dari Charles Adams. Meskipun awalnya dari Massachusetts, Charles Adams juga berjuang untuk Angkatan Darat Konfederasi selama Perang Sipil Amerika, dan mendapatkan pangkat brigadir jenderal. 

Penyebab Hellen menjadi buta dan tuli
Helen Keller tidak dilahirkan dalam keadan buta dan tuli tetapi dia memiliki penglihatan dan pendengaran yang normal, tetapi belum genap hellen berusia 19 bulan, dia menderita penyakit yang dijelaskan oleh dokter sebagai "kemacetan akut perut dan otak", atau mungkin demam jengkering atau meningitis, karena keterbatasan pengetahuan medis pada masa itu membuat dokter belum bisa menyimpulkan dengan pasti apa penyakit Hellen tersebut tapi yang jelas penyakit itu tidak berlangsung lama, tetapi menyebabkan hellen menjadi tuli dan buta. Karena menderita buta dan tuli, hellenpun menjadi bisu dan itu membuatnya tidak dapat berkomunikasi dengan siapapun.

Pengobatan yang coba dilakukan keluarga Hellen
Seiring waktu, Hellenpun bertumbuh menjadi anak  yang memiliki temperamen tinggi atau tingkat kemarahan yang tinggi yang membuatnya sering mengamuk seperti memecahkan piring-piring ataupun benda-benda lainnya, dan hanya permen yang bisa menenangkannya.  hal itu disebabkan dia tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain.  Oleh karena itu Hellen pun dianggap oleh keluarganya sebagai anak yang sulit dan bodoh yang memiliki kecerdasan seperti hewan dan dia tidak akan dapat  belajar apapun dan menjadi apapun. Keluarganya mengupayakan berbagai-bagai pengobatan tetapi tetap tidak dapat menyembuhkan Hellen dan merekapun menjadi putus asa dan sempat berkeinginan untuk menaruh Hellen di sebuah panti tempat dimana anak-anak yang cacat di rawat tapi Ibunya Hellen tidak menyukai gagasan itu.
Pada tahun 1886, Ibunya Hellen terinspirasi setelah membaca buku Charles Dickens “Catatan Amerika”, pekerjaan yang fantastis yang dilakukan bersama anak tuli dan buta yang lain, Laura Bridgman, melakukan perjalanan mencari Dr. Julian Chisolm di Baltimore yang merupakan dokter spesialis mata, telinga, hidung, dan tenggorokan untuk meminta saran. Mereka mendapat konfirmasi bahwa Helen tidak akan pernah melihat atau mendengar lagi tapi mengatakan pada mereka agar tidak menyerah, dokter yakin Helen dapat diajari dan ia menyarankan mereka untuk mengunjungi ahli yang bernama Alexander Graham Bell yang mengajar anak-anak tuli pada saat itu

Alexander Graham Bell menyarankan agar orang tua Hellen menghubungi Institut Perkins yang  terletak di South Boston dan merupakan sekolah untuk orang-orang buta. Orang tua Hellenpun menulis surat ke Michael Anagnos, direktur Institus Perkins, dan memintanya untuk mencoba mencarikan seorang guru bagi Helen. Michael Anagnos mempertimbangkan kasus Helen dan segera merekomendasikan guru yang dahulu merupakan mantan siswa di sekolah itu, wanita itu adalah Anne Sullivan.


Kedatangan Anne Sulivan
Anne Sullivan tiba di rumah Keller pada bulan Maret 1887, dan segera mulai mengajar Helen untuk berkomunikasi dengan ejaan kata-kata ke tangannya, dimulai dengan "boneka" untuk boneka yang dia bawa untuk sebagai hadiah Hellen Keller.  Hellen frustrasi, pada awalnya, karena dia tidak mengerti bahwa setiap objek memiliki kata yang unik untuk mengidentifikasi itu. Bahkan, ketika Sullivan mencoba untuk mengajar Keller kata "cangkir", Keller menjadi begitu frustrasi ia malahan melempar boneka tersebut. Kata berikutnya yang Anne ajarkan pada Helen adalah “kue”. Walaupun Helen dapat mengulangi kembali gerakan-gerakan mengeja melalui jarinya,  tetapi ia tidak dapat sepenuhnya memahami apa artinya. Dan ketika Anne berjuang untuk mencoba membantunya untuk memahami, ia juga mencoba berjuang mengontrol kelakuan buruk Helen yang terus berlanjut.


Pada awalnya, Helen sangat susah untuk diatur. Ia sangat liar dan tidak patuh kepada orang lain. Akhirnya, Anne memutuskan membawa Helen untuk tinggal sementara di rumah kecil yang letaknya tidak jauh dari rumah Helen. Di sana, Helen diajari etika makan dan patuh pada orang tua.   karena biasanya Hellen makan dengan tangannya yang langsung mengambil dari piring semua orang yang ada di meja. Anne mencoba memperbaiki sikap Helen di meja makan dan membuatnya menyisir sendiri rambutnya dan mengancingkan sepatunya untuk mengarahkannya menjadi mandiri dan mengatasi tingkahnya yang liar dan penuh amarah. 

Terobosan besar Keller dalam komunikasi muncul sebulan kemudian, sewaktu Anne memompakan air dingin ke atas tangan Helen, Anne mengeja kata air ke sebelah tangan Hellen. ketika Hellen menyadari bahwa gerakan gurunya pada telapak tangannya, itu melambangkan ide "air", dan akhirnya Hellenpun mengerti.  Kemudian Hellen menuntut untuk diajarkan bagaimana mengeja nama-nama dari semua benda asing lain di dunianya.

Helen lalu menceritakan kejadian itu:

“Kami berjalan menuruni jalanan ke rumah, ditarik oleh aroma sarang lebah yang tertutup. Seseorang menggambar air dan guruku menempatkannya di bawah tanganku sesuatu yang memancar. Sewaktu arus dingin yang memancar, di atas sebelah tanganku yang lain guruku mengeja kata air, awalnya lambat, lalu diulangi lagi. Aku masih berdiri, seluruh perhatianku terpusat pada gerakan-gerakan tangannya. Tiba-tiba aku merasa kesadaranku yang berkabut akan sesuatu yang telah terlupakan, suatu ingatan yang mendebarkan kembali, dan bagaimana misteri dari bahasa terungkap olehku.”

Helen segera meminta pada Anne nama dari pompa untuk diejakan di atas tangannya dan kemudian nama dari terali. Sepanjang jalan pulang ke rumah Helen belajar nama dari segala sesuatu yang disentuhnya dan juga menanyakan nama untuk Anne. Anne mengeja kata “Guru” ke atas tangan Helen. dalam beberapa jam berikutnya Helen belajar mengeja 30 kata-kata baru.

Kemajuan Helen sejak saat itu mencengangkan. Kemampuannya untuk belajar maju pesat melampaui dari apa yang pernah dilihat orang lain sebelumnya dalam diri seseorang yang tanpa penglihatan atau pendengaran. Tak terlalu lama sebelum akhirnya Anne mengajar Helen untuk membaca, pertama-tama dengan huruf timbul, lalu dengan Braille, dan menulis dengan mesin tik biasa dan mesin tik Braille.

Pendidikan Hellen
Mulai bulan Mei, 1888, Keller menghadiri Institut Perkins untuk Buta. Pada tahun 1894, Helen Keller dan Anne Sullivan pindah ke New York untuk menghadiri Sekolah Wright-Humason untuk orang Tuli, dan belajar dari Sarah Fuller di Horace Mann Sekolah untuk orang  Tuli. Pada tahun 1896, mereka kembali ke Massachusetts dan Keller masuk Sekolah Cambridge untuk Wanita muda sebelum memperoleh pengakuan, pada tahun 1900, Hellen kuliah Radcliffe College, di mana ia tinggal di Briggs Hall, Gedung Selatan. Pengagum nya, Mark Twain, telah memperkenalkannya kepada raja Minyak Standar Huttleston Henry Rogers, yang, bersama istrinya Abbie, membayar biaya pendidikan Hellen. Pada tahun 1904, pada usia 24, Keller lulus dari Radcliffe, menjadi orang buta dan tuli yang pertama mendapatkan gelar Bachelor of Arts dan lulus dengan predikat Magna Cum Laude. Dia mempertahankan korespondensi dengan filsuf Austria dan pedagog Wilhelm Yerusalem, yang merupakan salah satu orang pertama yang menemukan bakat sastra nya. 





Pekerjaan Helen 
Hellen Keller kemudian menjadi penulis dan pembicara terkenal di dunia.  Dia dikenang sebagai seorang advokat bagi penyandang cacat, di tengah berbagai penyebab lainnya. Pada tahun 1915 ia dan George Kessler mendirikan Organisasi "Helen Keller International "(HKI). Organisasi ini mempunyai visi yang dikhususkan untuk penelitian kesehatan dan gizi. Pada tahun 1920 ia membantu untuk menemukan American Civil Liberties Union (ACLU). Keller melakukan perjalanan ke lebih dari 39 negara dengan Sullivan, membuat beberapa perjalanan ke Jepang dan menjadi favorit masyarakat Jepang. Keller bertemu setiap Presiden AS dari Grover Cleveland Lyndon B. Johnson dan berteman dengan tokoh-tokoh terkenal, termasuk Alexander Graham Bell, Charlie Chaplin dan Mark Twain. Keller dan Mark Twain keduanya dianggap radikal pada awal abad ke-20, dan sebagai akibatnya, pandangan politik mereka telah lupa atau dikaburkan dalam persepsi populer. 

Penulisan buku
Keller menulis total 12 buku yang diterbitkan dan beberapa artikel.

Pada usia 11 tahun, Keller menulis bukunya yang pertama dengan judul The King Frost (1891). Ada tuduhan bahwa cerita ini dijiplak dari The Frost Fairies karya Margaret Canby. Sebuah investigasi atas masalah tersebut mengungkapkan bahwa Keller mungkin telah mengalami kasus cryptomnesia, dimana ia memiliki cerita Canby yang dibacakan untuknya tapi lupa tentang hal itu, sedangkan memori tetap berada di bawah sadarnya.

Pada usia 22, Keller menerbitkan autobiografinya, The Story of My Life (1903), dengan bantuan dari John Macy dan isterinya, Anne Sullivan. Ini termasuk kata-kata yang Keller tulis dan kisah hidupnya hingga usia 21, yang ditulis selama waktu kuliahnya.


Pada 1908, Keller menulis The World I Live In (1908) yang memberikan pembaca wawasan bagaimana perasaannya tentang dunia. Out of the Dark, serangkaian esai tentang sosialisme, diterbitkan pada tahun 1913.

Autobiografi spiritualnya, My Religion, diterbitkan pada tahun 1927 dan diterbitkan kembali sebagai Light in my Darkness (Cahaya dalam Kegelapan saya).

buku Helen yang terakhir yang telah dikerjakannya tentang Anne Sullivan yang berjudul “Guru.” tapi buku itu rusak akibat kebakaran yang terjadi di rumahnya di Arcan Ridge.  Helen mulai mengerjakan lagi bukunya “Guru” 7 tahun setelah buku aslinya musnah, buku ini akhirnya diterbitkan pada tahun 1955.


Perjalanan Helen keliling dunia
Helen memulai tur keliling dunia untuk membantu orang buta dan tuli lainnya. Namun, kembali datang berita duka atas meninggalnya ibunda Helen. Ibunya Helen, Kate meninggal pada 1921 karena penyakit yang tak diketahui dan hal ini menjadikan Anne sebagai satu-satunya orang yang terus menerus ada pada kehidupan Helen. Namun pada tahun yang sama Anne jatuh sakit dan tahun berikutnya yaitu tahun 1922, Anne kembali sakit bronchitis akut yang membuat Anne tak dapat bicara lebih dari berbisik dan dengan begitu membuatnya tidak mampu lagi bekerja dengan Helen di panggung. Pada waktu ini, Polly Thomson, mulai bekerja pada Helen dan Anne pada 1914 sebagai sekretaris.

Mereka juga menghabiskan banyak waktu mengadakan tur dunia menggalang dana bagi orang-orang tuna netra. Pada 1931 mereka bertemu Raja George dan Ratu Mary di Istana Buckingham yang mengungkapkan bahwa mereka sangat terkesan dengan kemampuan Helen untuk memahami apa yang orang katakan dengan meraba.

Sedangkan kesehatan Anne semakin memburuk dan dengan berita meninggalnya suaminya John Macy pada 1932, nyawanya akhirnya tak tertolong. Anne meninggal pada 20 Oktober 1936.

Setelah Anne meninggal, Helen dan Polly pindah ke Arcan Ridge, di Westport, Connecticut, yang menjadi rumah Helen hingga akhir hidupnya.

Setelah Perang Dunia II, Helen dan Polly menghabiskan bertahun-tahun melakukan perjalanan keliling dunia menggalang dana untuk yayasan di Amerika untuk tuna netra di luar negri. Mereka mengunjungi Jepang, Australia, Amerika Utara, Eropa dan Afrika.

selama waktu ini kesehatan Polly Thomson mulai memburuk, sementara itu di Jepang ia mengalami strok ringan. Dokter menyatakan Polly untuk berhenti mengikuti tur yang terus menerus yang ia jalani bersama Helen, dan meskipun awalnya hal ini sedikit memperlambat mereka, turnya dilanjutkan sekali lagi setelah Polly pulih.

Polly Thomson terserang stroke lagi pada tahun 1957, ia tidak pernah benar-benar pulih dan akhirnya meninggal pada tanggal 21 Maret 1960. Abunya disimpan di Katedral Nasional di Washington DC bersebelahan dengan abu Anne Sullivan. Perawat yang dibawa untuk merawat Polly dalam tahun-tahun terakhir hidupnya, Winnie Corbally, yang kemudian merawat Helen sampai tahun-tahun terakhir hidupnya.

Kehidupan Hellen diangkat menjadi sebuah filim
Kehidupan Keller telah ditafsirkan berkali-kali ke dalam sebuah film. Film Hellen pertama kali muncul dalam film bisu, Deliverance (1919), yang menceritakan kisahnya dalam gaya, melodramatis alegoris.

Dia juga subyek film dokumenter Helen Keller dalam kisahnya, yang diriwayatkan oleh Katharine Cornell, dan The Story of Helen Keller, bagian dari seri Amerika terkenal yang diproduksi oleh Hearst Entertainment.

The Miracle Worker adalah siklus karya dramatis yang berasal dari otobiografinya, The Story of My Life. Film ini menggambarkan hubungan antara Keller dan Sullivan, bagaimana guru membimbingnya dari keadaan yang liar ke dalam pendidikan, aktivisme, dan selebriti intelektual.  Pada tahun 1957 “The Miracle Worker” pertama kali dipertontonkan. Sebuah drama yang memotret kesuksesan pertama Anne Sullivan yang berkomunikasi dengan Helen kecil, pertama kali ditampilkan sebagai tayangan di televisi di Amerika Serikat.

Pada tahun 1959 ditulis ulang untuk dipentaskan di Broadway dan mendapat sambutan hangat. Kesuksesannya berlangsung selama hampir 2 tahun. Pada tahun 1962 drama ini diangkat ke dalam sebuah film yang dibintangi oleh Anne  Bancroft dan Patty Duke, dan film ini memenangkan Oscar pada tahun 1962. Film "The Miracle Worker" dibuat lagi untuk televisi pada tahun 1979 dan 2000.

Pada tahun 1984, kisah hidup Helen Keller dibuat menjadi film TV berjudul continue Miracle. Ini merupakan sekuel dari film The Miracle Worker.  Film ini menceritakan awal kuliahnya Hellen sampai usia dewasa muda. Tak satu pun dari film awal ini mengisyaratkan pada aktivisme sosial yang akan menjadi ciri khas dari kehidupan kemudian Keller, meskipun versi Disney yang diproduksi pada tahun 2000 bahwa dia menjadi aktivis untuk kesetaraan sosial.

Helen pensiun dari kehidupan publik
Pada Oktober 1961 Helen mengalami serangan stroke pertama dari serangkaian stroke yang ia alami dan membuatnya menarik diri dari publik. Ia menghabiskan tahun-tahun yang tersisa dirawat di rumahnya di Arcan Ridge.

Tahun-tahun terakhir hidupnya bagaimanapun bukannya tanpa kesenangan dan pada tahun 1964 Helen dianugrahi medali kemerdekaan, penghargaan tertinggi yang diberikan negara kepada penduduk sipil, diserahkan oleh Presiden Lyndon Johnson. Setahun kemudian ia terpilih menjadi salah satu wanita yang diabadikan di Hall of Fame di sebuah pameran dunia di New York. 

Meninggalnya Hellen

Pada 1 Juni 1968 di Arcan Ridge, Helen Keller meninggal dengan damai dalam tidurnya. Jenazahnya dikremasi di Bridgeport, Connecticut dan sebuah jasa pemakaman mengatur agar guci abunya ditempatkan di Katedral Nasional di Washington yang lalu diletakkan bersebelahan dengan abu Anne Sullivan dan Polly Thomson.


Hari ini tempat peristirahatan terakhir Helen adalah makam yang populer di kalangan turis dan plakat perunggu didirikan untuk memperingati hidupnya berikut dengan ukiran yang ditulis dalam huruf Braille:

“Helen Keller dan sahabat tersayangnya Anne Sullivan Macy terkubur di Columbarium di belakang kapel ini”

Begitu banyak orang yang mengunjungi kapel dan menyentuh titik-titik huruf Braille itu, sehingga plakat itu sudah diganti 2 kali.

Anumerta Kehormatan
Pada tahun 1999, Keller tercantum dalam Gallup Orang Paling Dikagumi luas dari abad ke-20.
Pada tahun 2003, dihormati sebagai putri asli 
Alabama  pada kuartal negara. 
Rumah Sakit Helen Keller  di Sheffield, Alabama didedikasikan untuk dirinya. 
Ada jalan dinamai Helen Keller di Getafe, Spanyol, di Lod, Israel dan di Lisbon, Portugal

Sebuah prasekolah untuk, anak-anak tuli dan sulit mendengar di Mysore, India awalnya bernama Helen Keller oleh pendirinya KK Srinivasan.

Pada 7 Oktober 2009, sebuah patung perunggu dari Helen Keller ditambahkan ke Aula Koleksi patung Nasional, p
atung ini ditampilkan di Amerika Serikat Capitol Visitor Center yang menggambarkan Hellen Keller sebagai anak berusia tujuh tahun yang sedang berdiri di sebuah pompa air. Patung ini merupakan titik awal dalam kehidupan Keller ketika dia mulai mengerti kata pertamanya: AIR,  dan di patung itu ada sebuah kutipan dalam huruf karakter Braille: "Hal-hal terbaik dan paling indah di dunia tidak dapat dilihat atau bahkan disentuh, mereka harus dirasakan dengan hati." Patung tersebut adalah patung pertama dari seorang anak penyandang cacat dan  yang akan ditampilkan secara permanen di Capitol AS.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, asal kita percaya dan mau terus berusaha dan berjuang untuk sesuatu yang kita impikan walupun itumungkin besar bagi kita, semua dapat tercapai... Hellen Keller yang buta, tuli dan bisu yang tadinya dianggap bodoh dan tidak akan pernah bisa jadi apapun setelah bertemu dengan orang yang tepat dalam hal ini gurunya Anne Sullivan yang punya hati yang baik dan punya kesungguhan dan benar-benar seorang yang mempunyai visi sebagai pendidik untuk membuat Hellen dapat berkomunikasi dan berkembang intelektualnya  sehingga Hellen dapat keluar dari kegelapan dunianya dan itupun terbukti, berkat kerja keras, kedisiplinan dan iman maka Hellen pun menjadi pekerja yang ajaib yang dapat menjadi inspirasi untuk orang-orang di seluruh dunia.

sumber:wikipedia dan berbagai sumber



4 komentar:

Ani Mulyani mengatakan...

saya sngat suka flmnya

Amazing mengatakan...

yup film hellen keller bagus karena memberikan inspirasi hidup....

My Angel mengatakan...

nice post. sangat inspiratif.
minta ijin copy untuk blog saya http://theangelsinlife.blgospot.com

terima kasih

Amazing mengatakan...

boleh asal alamat blog ini ditulis ya :)

JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->