Selasa, 12 Juni 2012

Mengenal Bawang Putih dan Manfaatnya



Setiap orang pasti tahu dengan bawang putih karena bawang putih sering digunakan sebagai bumbu masakan Indonesia dan bawang putih dapat membuat makanan menjadi lebih lezat dan nikmat.  Bawang putih juga mudah diperoleh dengan membelinya di pasar. Tetapi mungkin tidak setiap orang yang tahu dengan jelas manfaat dari bawang putih di dalam kesehatan.

Manfaat bawang putih bagi kesehatan sudah banyak sekali di teliti oleh para ahli dan tanggal 10 Juni 2012 yang lalu,  VOAIndonesia menulis artikel dengan judul Bawang Putih Ampuh Basmi Bakteri Penyebab Keracunan Makanan.  Artikel ini mengulas tentang manfaat bawang putih yang ampuh untuk membasmi bakteri penyebab keracunan makanan hasil peneliltian Guru besar Mikrobiologi di Washington State University.
.
Guru besar mikrobiologi Mike Konkel dan rekan-rekannya di Washington State University di Pullman mulai melakukan uji coba dengan senyawa dalam bawang putih sebagai pengganti antibiotik karena bawang yang baunya keras itu diketahui mengandung bahan-bahan anti-oksidan yang kuat.  Ternyata zat di dalam bawang putih 100 kali lebih ampuh melawan biofilm Campylobacter (bakteri penyebab keracunan makanan),dibandingkan dua antibiotik dalam membunuh bakteri penyebab umum keracunan makanan.
campylobacter jejuni adalah penyebab paling umum penyakit akibat bakteri dari makanan di Amerika dan menjadi ancaman di banyak negara lain. Mikroba itu hidup dalam usus ayam.

Daging ayam tercemar bakteri tersebut dalam proses pemotongan atau ketika sedang diolah di dapur. Orang biasanya menjadi sakit dalam waktu 24 sampai 48 jam setelah memakan daging ayam yang tercemar dan tidak dimasak sampai matang. Gejala-gejalanya mencakup sakit perut luar biasa, diare, dan demam tinggi.

Campylobacter juga bisa menyebabkan kelumpuhan yang langka, disebut sindroma Guillain-Barre.  Infeksi usus sering sembuh sendiri, tetapi gejala-gejalanya dapat menjadi begitu parah sehingga orang harus minum antibiotik. Dua obat yang paling sering diresepkan adalah eritromisin dan ciprofloxacin. Namun, bakteri Campylobacter semakin kebal kedua obat itu dan melindungi diri dengan lapisan sel-sel pelindung berlendir, disebut biofilm.


Menurut Profesor Konkel, satu senyawa bawang putih, disebut diallyl sulfide, bila dikombinasi dengan enzim belerang, mudah menembus biofilm Campylobacter.
senyawa bawang putih bekerja 100 kali lebih baik dalam melawan biofilm Campylobacter dibandingkan antibiotik, dan dalam waktu yang jauh lebih singkat.

"Sulfida dialil ini mampu menembus semua permukaan atau semua lapisan permukaan bakteri, kemudian membunuh mereka
.
senyawa ini bisa digunakan untuk menyemprot peralatan pengolahan makanan dan peralatan lainnya, karena zat itu akan mengurangi atau membunuh bakteri campylobacter, yang mampu membentuk biofilm pada permukaan dan bahan-bahan peralatan itu

Konkel mengatakan semprotan seperti itu sedang dikembangkan dan belum akan segera tersedia, tetapi Xiaonan Lu, penulis utama penelitian itu, yakin produk itu akan ampuh. Ia mengatakan, "Konsentrasi zat itu sekarang ini sudah cukup untuk membunuh campylobacter dan juga memberi rasa yang kuat."
Dengan kata lain, senyawa sulfida dialil tidak membuat rasa makanan seperti bawang putih.

Menurut peneliti, senyawa sulfida dialil juga ampuh menembus biofilm yang dibentuk mikroba makanan lain, termasuk Listeria dan E-coli.

Penelitian tentang senyawa bawang putih untuk membunuh bakteri penyebab keracunan makanan diterbitkan dalam jurnal Antimicrobial Chemotherapy.
 (voaindonesia.com)

Setelah membaca artikel di atas, saya jadi lebih mengetahui kedahsyatan bawang putih sebagai pembunuh bakteri yang ampuh dan itu membuat saya semakin tertarik untuk mengetahui apa itu bawang putih dan manfaat bawang putih yang lainnya, berikut ini adalah tentang bawang putih dan manfaatnya yang saya ambil dari berbagai sumber dan mudahan-mudahan semakin menambah wawasan kita tentang manfaat bawang putih.

Bawang putih adalah nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Bawang putih termasuk familia Liliaceae dan tanaman ini merupakan tanaman semusim dan
dapat dikembangbiakkan melalui umbinya.

Klasifikasi Ilmiah Bawang putih
Kerajaan:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Liliopsida
Ordo:
Asparagales
Famili:
Alliaceae
Upafamili:
Allioideae
Bangsa:
Allieae
Genus:
Allium
Spesies:
A. sativum
 Nama binomial: Allium sativum

Komposisi:
Bawang putih tidak hanya mengadung komposisi kimia tapi juga mengandung nilai gizi, berikut komposisi kimia dan gizi bawang putih dalam 100 gram bahan.

Komposisi Kimia Bawang Putih dalam 100 gram bahan :
Bahan Jumlah
Bahan Jumlah
Air
66,2 - 71,0 g
Kalori
95,0 - 122 kal
Protein
4,5 - 7 g
Lemak
0,2 - 0,3 g
Karbohidrat
23,1 - 24,6 g
Kalsium
26 - 42 mg
Fosfor
15 - 109 mg
Besi
1,4 - 1,5 mg
Kalium
346 - 377 mg
Sumber : Syamsiah dan Tajudin, 2003


  Kandungan Zat Gizi bawang putih dalam 100 gr bahan
No
Uraian
Bawang Putih
1
Kadar Air
63 ml
2
Protein
6 g
3
Lemak
-
4
Karbohidrat
29 g
5
Serat
0,8 g
6
Kalsium
30 g
7
Besi
1,3 g
8
Vitamin A
-
9
Thiamine
0,25 g
10
Riboflavin
0,08 g
11
Nicotinamide
0,4 g
12
Asam askorbat
10 g
  Sumber : AAK, 1998

Di samping itu dari beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat aktif awcin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic acid. Bawang mentah penuh dengan senyawa-senyawa sulfur, termasuk zat kimia yang disebut ailin yang membuat bawang putih mentah terasa getir atau angur.
Dalam tanaman ini terkandung sejenis minyak atsiri yang baunya menyengat hidung, yaitu metil alil disulfida. Selain itu, bawang putih juga mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin B1 dan C, serta beberapa enzim.

Asal Bawang Putih

Tanaman berbentuk rumput ini berumbi warna putih yang beraroma tajam. Bentuk daunnya panjang, kecil, dan pipih tanpa lubang di tengah. Kelopak-kelopak daunnya menyelimuti umbi dalam tanah sehingga menjadi umbi besar. 

Diyakini, bawang putih berasal dari Asia Tengah, di antaranya Cina dan Jepang yang beriklim subtropik. Dari sini bawang putih menyebar ke seluruh Asia, Eropa, dan akhirnya ke seluruh dunia. Di Indonesia, bawang putih dibawa oleh pedagang Cina dan Arab, kemudian dibudidayakan di daerah pesisir atau daerah pantai. Seiring dengan berjalannya waktu kemudian masuk ke daerah pedalaman dan akhirnya bawang putih akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Bawang putih hanya dapat tumbuh baik di daerah dingin, seperti pegunungan atau dataran tinggi dengan iklim sejuk tapi kering.


Budidaya tanaman Bawang Putih

Paling cocok, tanaman ini tumbuh di tanah gembur yang mengandung tanah endapan atau tanah liat. Untuk memperbanyak, dipakai umbi atau siungnya yang sudah mengalami istirahat selama delapan bulan.
Varietas bawang putih yang cocok dikembangkan di dataran rendah adalah sebagai berikut:
a. Lumbu putih Daerah yang pertama mengembangkannya adalah Yogyakarta. Umbinya berwama putih. umbi memiliki berat sekitar 7 g dengan diameter 3-3,5 cm, jumlah siung per umbi 15-20 buah. Daun berukuran sempit, lebamya kurang dari 1 cm. Posisi daun tegak. Produksi rata-ratanya 4-7 ton/ha.
b. Jati barang Banyak dikembangkan di daerah Brebes, Jawa Tengah. Umbinya tak putih benar melainkan kekuningan tetapi kulit luamya tetap putih. Penampilan umbi agak kecil, diameter sekitar 3,5 cm. Sebuah umbi memiliki berat sekitar 10-13 g. Ada 15-20 siung yang tersusun secara tak teratur pada umbi. Rata-rata produksinya antara 3-3,5 ton/ha.
c. Bagor Varietas ini berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Kulit umbinya yang putih buram berdiameter 3-3,5 cm. Umbinya berwama kuning. Bentuk umbi tak terlalu bulat melainkan agak lonjong. Berat sebuah umbi hanya 8-10 g dengan jumlah siung 14-21 per umbi. Dari satu hektar lahan dapat dihasilkan 5-7 ton bawang putih.
d. Sanur Bawang putih varietas sanur banyak dikembangkan di Pulau Dewata, Bali. Umbinya berukuran besar, berdiameter 3,5-4 cm. Sebuah umbi memiliki berat 10-13 g. Selubung kulit berwarna putih, umbinya sendiri berwarna kuning. Susunan siung pada umbi tidak teratur dengan jumlah siung per umbi 15-20 buah. Hasil umbi yang dapat dipanen sekitar 4-6 ton/ha. Varietas bawang putih yang terkenal seperti lumbu hijau dan lumbu kuning kurang mampu beradaptasi dengan dataran rendah. Lumbu hijau cocok untuk dataran tinggi, sedangkan lumbu kuning masih toleran dengan dataran medium.

Syarat Tumbuh
Kendala budi daya bawang putih dataran rendah ialah bila tak terpenuhinya cuaca yang sejuk dan kering saat pembentukan umbi. Untuk mengakalinya, bawang putih ditanam pada bulan Mei, Juni, atau Juli. Menanam pada musim hujan tak dianjurkan karena tanah jadi terlalu basah dan temperatumya tak baik untuk pertumbuhan umbi. Tanah yang disukai bawang putih pH-nya 6,5-7,5. Oleh karena itu, untuk tanah yang asam harus diberi kapur dahulu hingga mendekati netral.

Manfaat

Banyak sekali manfaat dari Bawang putih, selain sebagai antibiotik alami di dalam tubuh manunisa, ada bermacam-macam manfaat dari bawang putih, antara lain:
1.     Menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan
2.     Membantu menghambat proses penuaan. Menghambat pertumbuhan sel kanker.
3.     Dengan mengkonsumsi bawang putih, resiko terkena kanker dapat dikurangi.
4.     Bawang putih yang dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat
        membantu menurunkan kadar kolesterol.
5.     Zat anti-kolesterol dalam bawang putih yang bernama ajoene menolong mencegah 
        penggumpalan darah.
6.     Bawang putih dapat membantu meredakan stress, kecemasan, dan depresi.
7.     Dengan efek yang lebih lembut. Bawang putih mengandung vitamin A.
8.     bawang putih mengandung vitamin B.
9.     Bawang putih mengandung vitamin C.
10.   Bawang putih mengandung  kalsium.
11.   Bawang putih mengandung potasium
12.   Bawang putih mengandung Scordinin berupa senyawa kompleks thioglosida yang 
        berfungsi sebagai antioksidan, juga mengandung karoten dan selenium
13.  Mengonsumsi 2-3 siung bawang putih sehari, akan menghindarkan dari kemungkinan 
        berpenyakit jantung.
14.  Menyembuhkan tekanan darah tinggi (Hipertensi)
15.  Meringankan tukak lambung
16.  Menurunkan kolesterol dalam darah
17.  Meningkatkan insulin darah bagi penderita diabetes.
18.  Melumpuhkan radikal bebas yang mengganggu sistem kekebalan tubuh
19.  Bermanfaat sebagai penawar racun (detoxifier) yang melindungi tubuh dari berbagai 

       macam penyakit.
20.  Membantu menambahkan nafsu makan apabila dimakan mentah
21.  Menjaga stamina tubuh
22.  Mengandung khasiat antimikroba, antitrombotik, hipolipidemik, antiarthritis, hipoglikemik.

      
Wow fantastis bukan!! dengan kandungan yang dimiliki oleh bawang putih.. Oleh karena itu bagi yang tidak suka makan bawang putih dan sering membuang irisan bawang putih yang terdapat dalam masakan harus mulai membiasakan diri untuk memakannya dari sekarang., walaupun mungkin rasa bawang putih yang hanya diiris atau dipotong kecil-kecil rasanya tidak enak tapi mengingat manfaatnya yang begitu besar maka sayang kalau kita membuangnya begitu saja.

sumber:

1 komentar:

College of Science qassim mengatakan...

I'm really enjoying the design and layout of your website.
Qassim & QU

JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->