Showing posts with label Film Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Film Inspiratif. Show all posts

Wednesday, November 28, 2012

Life Is Beautiful





Film Lama yang memberikan inspirasi, kisah tentang seorang Ayah yang menunjukkan indahnya dunia kepada anaknya walaupun mereka tetap berada dalam camp Nazi sehingga si anak tidak pernah merasakan penderitaan berada di Camp Nazi...

Link untuk mendownload film Life is Beutiful

Link Untuk mendownload Subtitle Indonesianya

Monday, August 6, 2012

FLYWHEEL


 

Flywheel merupakan film drama pertama yang diproduksi oleh Alex Kendrick, seorang pendeta di Gereja Baptis Sherwood. Film ini bercerita tentang seorang pria yang bernama Jay Austin, seorang penjual mobil bekas yang melakukan segala cara untuk menjual mobil-mobilnya dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Ia menipu semua pelanggannya termasuk pendeta di gerejanya, bahkan keluarganya sendiripun mengetahui bahwa ia tidak lagi bisa dipercaya.  Akibat ketidakjujurannya ia mengalami banyak masalah baik masalah dalam pekerjaan, keluarga dan masalah-masalah lainnya. Hingga suatu saat, Tuhan menyadarkan Jay untuk berubah menjadi orang yang lebih baik.

Sejak saat itu Jay memutuskan untuk memberikan hidupnya dan bisnisnya tersebut kepada Allah dan membiarkan Allah yang memimpin perjalanan hidupnya. Terlepas dari kenyataan bahwa menjual mobil dengan harga yang jujur dapat menyebabkan ia kehilangan bisnisnya tapi ia memutuskan bahwa ia akan jujur dalam semua urusannya. Ia menyerahkan bisnisnya tersebut kepada Allah dan mengatakan jika bisnisnya itu berjalan lambat atau merosot, maka itu adalah karena Allah mengijinkan hal itu terjadi; jika bisnisnya itu berhasil karena Allah juga yang memberkatinya.

Melalui sebuah perjalanan spiritual, Jay belajar untuk menghargai Tuhan dalam bisnisnya dan hidupnya.  Akhirnya Jay mengalami perubahan hidup saat sadar bahwa ia memerlukan Tuhan. Sejak itu, ia konsisten melakukan kebenaran Firman Tuhan dan ia melihat Tuhan bekerja memulihkan setiap sisi kehidupannya.


Sunday, August 5, 2012

Faith Like Potatoes

Pada masa sekarang kita sering disajikan film-film kekerasan ataupun film-film yang mengandung unsur pornografi dan semuanya itu sama sekali tidak mendidik bahkan merusak moral terutama untuk anak-anak muda yang menontonnya. Sementara itu film - film yang berkualitas dan film-film yang menjadi inspirasi, tidak banyak beredar di tv ataupun bioskop-bioskop.  




Oleh karena itu film seperti Faith Like Potatoes memberikan jawaban dari kerinduan setiap orang untuk mendapatkan film yang mendidik dan memberikan inspirasi, dimana melalui film ini kita bisa melihat kehidupan orang lain yang juga mengalami masalah dan pergumulan hidup seperti yang mungkin kita alami, tetapi pergumulan hidup yang dialami Angus Buchan justru membawanya untuk lebih dekat kepada Tuhan.  Perjalanan iman Angus Buchan ini dapat memberikan kita inspirasi bahwa berjalan bersama Tuhan maka semua masalah dapat diatasi dan diselesaikan bahkan apa yang mustahil bagi kita untuk dikerjakan atau diselesaikan tetapi bagi Tuhan semuanya mungkin dan bisa diatasi asal kita percaya dan berserah maka muzizat terjadi dalam hidup kita.




Faith Like Potatoes adalah film diangkat berdasarkan kisah nyata mengenai kehidupan seorang Anak Tuhan yang tinggal di Afrika Selatan yaitu Angus Buchan yang diperankan oleh Frank Rautenbach. Pria keturunan Skotlandia ini lahir di Afrika dan bersama keluarganya, mereka tinggal di Afrika sebagai petani kulit putih. Angus adalah seorang yang mempunyai temperamen tinggi. Emosinya gampang meledak kalau dia dihadapkan pada situasi yang sulit.





Hal ini menyebabkan keluarganya menjadi terancam dan kehidupan mereka jauh dari kata damai. Pekerjaan yang semakin dipenuhi masalah membuat hidup Angus semakin terpuruk. Satu hari, Angus diajak ke gereja oleh kerabatnya dan walaupun enggan, akhirnya Angus memutuskan pergi bersama keluarganya. Di sana, Angus mendengar sebuah kesaksian dari seorang petani (sama seperti dirinya) yang hidupnya berubah setelah mengenal Yesus. Saat itu juga, Angus yang sudah tidak berdaya, memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadinya.




Kehidupan Angus pun berubah 180 derajat. Dia begitu haus akan Firman Tuhan dan menjalani hidupnya dengan sudut pandang yang baru, sudut pendang Kristus.  Dan dia dipanggil Allah untuk memberitakan Injil, ia telah melihat Roh Kudus bekerja melalui dirinya dalam mukjizat penyediaan, penyembuhan, dan perubahan hidup yang mengagumkan.




Situasi keluarganya pun pulih dan banyak mujizat yang dialaminya. Namun, dalam perjalanan imannya, Angus kemudian dihadapkan dengan berbagai situasi yang mustahil. Terkadang Angus menjadi gentar tapi imannya yang luar biasa pada Tuhan Yesus membuatnya keluar menjadi pemenang.

Jadi film Faith Like Potatoes, film yang sangat direkomendasikan untuk ditonton.



Saturday, August 4, 2012

Facing The Giants

Film ini sangat memberikan kita inspirasi karena kegagalan-kegagalan atau masalah-masalah yang kita hadapi jangan sampai membuat kita jauh dari Tuhan tapi justru sebaliknya, kegagalan-kegagalan atau masalah-masalah itu harus membuat kita semakin lebih dekat kepada Tuhan dan berserah kepada-Nya.  Karena hanya Tuhanlah jawaban dari segala masalah kita asal kita percaya dan tidak mengeraskan hati kita tetapi tetap mau dengar firman Tuhan serta taat apa yang dikatakan Tuhan melalui firman-Nya. Maka sudut pandang atau paradigma kitapun akan berubah seturut yang Tuhan inginkan dari diri kita.




Film ini bercerita tentang seorang pelatih football yang selama enam tahun karirnya selalu kalah alias tidak pernah memenangkan sebuah musim kompetisi sekalipun, sampai-sampai dia mau diganti oleh dewan sekolah tempat dia bekerja.
  
Kepercayaan diri pelatih ini mulai hilang karena pemain terbaik di timnya pindah ke sekolah lain agar dapat bergabung ke tim football yang lebih bagus dan asisten yang sekaligus sahabatnya hampir terprovokasi untuk meninggalkannya.  Semua orang tua muridpun tidak menyukainya.  Setelah kalah di tiga pertandingan pertama di musim kompetisi, pelatih Taylor mengetahui bahwa sekelompok orangtua murid sedang mendiskusikan agar pelatih ini dipecat. 

Begitu juga kehidupan pribadi Pelatih ini yang juga cukup menyedihkan karena dalam 4 tahun pernikahannya dia belum dikarunia anak dan divonis mandul. Ditambah lagi tekanan dari kondisi keuangan yang parah, dikarenakan gaji yang diterimanya kecil, Pelatih Taylor benar-benar kehilangan harapan dalam mengatasi perasaan takut dan kegagalan yang dialaminya.

Dalam rasa frustrasi yang dalam, Pelatih Taylor mengurung diri di rumah dan menghabiskan waktu dari hari-harinya dengan membaca dan membaca.  Seringkali Pelatih Taylor tidak bisa tidur atau terbangun tengah malam dan mulai membaca, sampai akhirnya tertidur kelelahan. Buku yang dibacanya adalah HOLLY BIBLE.
 
Sampai suatu hari dia menyerah, dan tanya kepada Tuhan. ”God, What do You Want?”. Ia kemudian membuka alkitab dan menemukan ayat yang menggugah hatinya yaitu: APA TUJUAN HIDUP? Disitulah dia menemukan pencerahan. Dengan dibantu seorang bapak yang datang kepada pelatih itu dan ia membacakan salah satu ayat dari kitab suci yang berisi tentang "jangan pernah menyerah, selagi masih ada halangan masih ada jalan untuk berusaha". Bapak itu mengaku mungkin Tuhan yang menyuruhnya membacakan ayat ini kepada pelatih itu.


Dari pembacaan Alkitab dia mengingat Tuhan, bahwa Allah itu mengasihinya dan Allah juga berkuasa akan hidupnya sehingga paradigma dan pandangan hidupnya berubah drastis, bukan lagi ‘target oriented’ melainkan menjadi ‘process oriented’. Hari-harinya berubah. Dia menjadi lebih banyak berdoa dan berseru kepadaNYA. Dia menyerahkan segenap masalah dan pergumulannya dan mempertaruhkan hidupnya kepada Tuhan. Dan dengan Paradigma yang baru dia meminta agar pihak sekolah memberinya sekali lagi kesempatan melatih Tim. Pada awalnya pihak sekolah keberatan, namun akhirnya diputuskan untuk memberikan kesempatan terakhir.


 

Dan dengan paradigma yang baru Pelatih Taylor semakin percaya diri dan ia mulai melatih muridnya, bersama kekuatan Tuhan dan melakukan pendekatan kepada tim asuhannya. Dia menanamkan filosofi bahwa Menang atau Kalah Harus Tetap Memuliakan Tuhan karena segala hal yang utama bukan hasil, melainkan bagaimana cara yang dilakukan. Pada awalnya anggota Tim kebingungan, namun akhirnya mereka menikmati suasana latihan yang selalu diawali dengan doa. Mereka berlatih untuk menghadapi “TIM GIANT” yang sesuai dengan namanya terdiri dari orang yang besar-besar. Tim ini terkenal sangat tangguh dan sangat jarang terkalahkan.

Hal-hal yang terjadi dalam hidup Pelatih Taylor justru membantu dia untuk menemukan tujuan yang lebih besar daripada sekedar menang dalam pertandingan. Perjalanan spiritual yang terjadi dalam dirinya dan keberanian untuk percaya dengan Tuhan membuatnya mempunyai semangat baru di tim nya. Yang pada akhirnya membuahkan keberhasilan di dalam dan di luar lapangan football dan tidak hanya itu saja tetapi Pelatih Taylor juga mulai mengetahui dengan pasti tujuan hidupnya.

 
Film ini benar-benar direkomendasikan untuk ditonton karena memberikan inspirasi buat kita bahwa setiap kegagalan yang ada merupakan suatu proses yang mungkin harus dilalui banyak orang tetapi kegagalan itu bukan akhir segalanya tetapi justru sebagai suatu alat untuk membentuk karakter kita menjadi lebih tangguh, tidak ada kata menyerah tapi hanya ada kata berserah kepada Tuhan dan menjadi pribadi yang rendah hati,taat dan percaya kepada Tuhan.

Saat ini mungkin kita merasa sudah capek dengan kegagalan-kegagalan yang kita hadapi dan juga dengan masalah-masalah yang mungkin tak kunjung habis-habisnya, dan kita sudah putus asa, rasanya ingin menyerah saja dari apa yang kita kerjakan atau bahkan mungkin kita mulai menyalahkan Tuhan akan kegagalan-kegagalan kita dan keadaan hidup kita yang sulit dan masih belum berubah tetapi melalui film kita dapat pencerahan bahwa Allah itu mengasihi kita dan Allah menginginkan rencana-Nya yang terjadi dalam hidup kita, bukan rencana kita, dan rencana-Nya itu pasti terbaik. Dan Allah juga masih melakukan muzizat-Nya sampai sekarang karena Dia adalah Allah yang berkuasa. Amin...

Selamat menonton bagi yang belum menonton...dan kalau ingin mendownload film Facing The Giants

Monday, May 21, 2012

The Pursuit of Happyness


 

menerima nominasi Academy Award, Golden Globe dan Screen Actors Guild untuk  penampilannya. Sementara Chris Gardner sendiri adalah associate producer di film tersebut. 
Film ini bercerita tentang perjuangan hidup Chris Gardner yang merupakan seorang tunawisma yang akhirnya menjadi seorang pialang saham yang sukses dan kaya.  Film ini merupakan film yang memberikan inspirasi bahwa keadaan seseorang bisa di ubah asalkan orang tersebut mau bekerja keras, disiplin dan dapat dipercaya.  Dan yang paling penting adalah orang tersebut tidak menyerah walaupun keadaan sangat teramat sulit dan rasanya secara  logika sangat mustahil untuk keluar dari kesulitan hidup, dan tetap percaya bahwa keadaan bisa diubah dan mimpipun bisa dicapai, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.. Selain dalam hal kegigihan untuk mengubah keadaan hidup atau mencapai mimpi, film ini juga memberikan pesan moral yang baik bagaimana Chris Gardner tidak jatuh dalam perilaku mengasihani diri sendiri ketika istrinya meninggalkan dia dan juga ketika dia kehilangan rumahnya dan harus tinggal di jalan.  Chris Gardner juga merupakan seorang Ayah yang bertanggung jawab dan baik bagi putranya, karena di dalam keadaannya sebagai tuna wisma Chris Gardner tidak meninggalkan anaknya dan tetap bertanggung jawab sebagai orang tua dan memberikan yang terbaik untuk anaknya walaupun dengan keterbatasan yang dia miliki, suatu hal yang patut dicontoh bagi para Ayah..
Sinopsis
Cerita film ini dimulai pada tahun 1981 di San Francisco, California. Chris Gardner (Will Smith) dan Linda (Thandie Newton) hidup di sebuah apartemen kecil bersama anak mereka yang berusia 5 tahun, Christopher (Jaden Smith). Chris adalah seorang salesman yang menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk membeli franchise dengan menjual scanner tulang (Bone Density Scanner) portable. Scanner ini memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray, tetapi kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya terlalu mahal. Linda( Thandie Newton), istrinya, bekerja sebagai buruh di sebuah laundry. Keluarga kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk. Keadaan diperparah lagi oleh kebiasaan Chris yang memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Puncaknya, Karena tidak tahan dan tidak kuat menjalani hidup seperti itu akhirnya Linda pergi ke New York City. meninggalkan Chris dan anaknya.  Awalnya ia hendak membawa serta Christopher, namun urung atas permintaan Chris.

Kisah menakjubkan dari kehidupan Gardner diterbitkan sebagai otobiografi, The Pursuit of Happyness, pada  bulan Mei 2006, dan menjadi buku terlaris no. 1 di New York Times dan Washington Post selama lebih dari 20 minggu dan telah diterjemahkan ke dalam lebih dari tiga puluh bahasa. Kisah hidup Gardner ini juga menjadi inspirasi untuk film "The Pursuit of Happyness", yang dirilis oleh Columbia Pictures pada bulan Desember 2006, dimana aktor Will Smith berperan sebagai Chris Gardner dan menerima 


 

Dalam keadaan putus asa, Chris tak sengaja berjumpa dengan seseorang yang membawa Ferari warna merah. Chris bertanya kepada orang itu, pekerjaan apa yang ia lakukan sehingga mampu membeli mobil mewah? Orang tersebut menjawab bahwa ia adalah seorang pialang saham. Pertemuan Chris dengan orang yang membawa Ferari merah tersebut membuat Chris terinpirasi dan bertekat untuk mengubah kehidupannya.  Sejak saat itu Chris memutuskan untuk berkarier sebagai pialang saham dan dia mencoba melamar di sebuah perusahaan sekuritas Dean Witter Reynolds. Perusahaan tersebut menawarkan magang selama 6 bulan untuk bisa menjadi calon Pialang Saham. Setelah 6 bulan magang, perusahaan tersebut hanya memilih 1 orang peserta magang terbaik dari 30 orang peserta yang mengikuti magang tersebut, dan peserta yang terbaik akan diterima menjadi karyawan / pialang saham di perusahaan tersebut. Dan selama 6 bulan masa magang, perusahaan tidak memberikan gaji apapun. 
Chris menerima tawaran magang tanpa dibayar tersebut Dalam masa magang yang tak dibayar itu, Chris mulai kehabisan uang. Akhirnya ia diusir dari rumah sewanya dan menjadi tuna wisma. Selama beberapa hari ia tidur di tempat-tempat umum, namun kemudian ia memutuskan untuk tidur di rumah singgah Glide Memorial Chruch. Karena keterbatasan tempat, mereka harus mengantri untuk mendapatkan kamar, kadang mereka berhasil, kadang gagal dan terpaksa tidur diluar karena itu Chris berusaha untuk tiba di tempat penampungan  atau rumah singgah tersebut sebelum jam 5 agar dia dan anaknya mendapat tempat untuk menginap.  

Kemiskinan dan ke-tunawisma-an ini semakin mendorong tekad Chris untuk menjalankan tugasnya dengan tekun, tanpa mengeluh dan berusaha menjadi peserta magang yang terbaik agar dia bisa mendapatkan pekerjaan di Dean Witter Reynolds. Selama masa 6 bulan itu Chris benar-benar bekerja keras mulai dari bekerja di kantor, mengantar dan menjemput anaknya dari tempat penitipan anak untuk mengantri di rumah singgah, malamnya Chris masih harus memperbaiki alat medis yang masih tersisa yang belum bisa dijual karena rusak, yang akhirnya alat tersebut bisa diperbaiki dan dijual dan uang hasil penjualan membuat mereka menginap di hotel hanya untuk malam itu.


 
Setelah melewati berbagai macam kesulitan selama 6 bulan akhirnya Chris berhasil menjadi peserta magang terbaik dan diterima bekerja di Dean Witter Reynolds. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan pialang sendiri, Gardner Rich. Pada tahun 2006, ia menjual sebagian kecil sahamnya dan berhasil mendapatkan jutaan dolar dari penjualan itu.

sumber: wikipedia dan beberapa sumber lain

download film The Pursuit of Happyness

Wednesday, May 2, 2012

FORREST GUMP

 


Forrest Gump adalah film drama Amerika Serikat tahun 1994 berdasarkan novel tahun 1986 karya Winston Groom. Film ini sukses secara komersial dan menjadi film terlaris di Amerika Utara pada tahun rilisnya. Film ini meraih total 13 nominasi Academy Awards dan memenangkan enam diantaranya, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Robert Zemeckis), dan Aktor Terbaik (Tom Hanks).

Film ini menceritakan tentang seorang pria dengan IQ 75 dan epik perjalanan hidupnya, bertemu dengan tokoh-tokoh bersejarah, memengaruhi budaya pop dan bahkan turut di dalam peristiwa-peristiwa bersejarah tanpa menyadari betapa pentingnya peristiwa itu, akibat kecerdasannya yang di bawah rata-rata. Film ini berbeda secara substansi dari karya novel aslinya.
Film ini menceritakan tentang seorang pria bernama Forrest Gump yang dibesarkan oleh ibu nya dengan penuh perjuangan. Forrest sering diejek dan dijauhi oleh kawan-kawannya karena kecerdasannya yang di bawah rata-rata. Namun di luar ketidakmampuannya itu, ia memiliki kemampuan lari yang cepat.
Pada hari pertama sekolahnya, ia bertemu dengan Jenny, seorang anak perempuan dekat tempat tinggalnya yang dikenalnya sejak taman kanak-kanak, dan ia menyukai Jenny tapi menjadi cinta tak berbalas. Ketika lulus SMA, ia mendaftar masuk ke militer dan dikirim ke Vietnam, di mana ia dengan segera berteman dengan seorang pria negro bernama Bubba, yang meyakinkan Forrest untuk ikut dalam bisnis udang bersamanya setelah perang usai. Forrest menjadi seorang yang sangat berjasa dalam peletonnya dengan kemampuan lari cepatnya. Ia menjadi penyelamat banyak tentara yang terluka dan juga menolong komandannya, sehingga dia menerima Medali Kehormatan Kongres atas kepahlawanannya.
Saat penyembuhan dari tembakan peluru yang bersarang di bokongnya, ia menemukan kemampuan terpendamnya dalam pingpong. Ia pun menjadi atlet tenis meja yang terkenal dan membawa negaranya ke ajang internasional dalam sebuah pertandingan melawan tim Cina. Dalam sebuah demonstrasi anti perang di Washington, DC, ia bertemu dengan Jenny, yang telah bergaya hidup hippie.
Forrest Gump dewasa menghabiskan waktunya untuk melakukan pencarian teman kecil perempuannya yang hilang. Ia mengeluarkan uang tabungannya untuk membeli kapal penangkap udang seperti yang dijanjikannya pada Bubba. Pada awalnya, usahanya selalu gagal tapi dengan kerja keras dan pantang menyerah, dan dibantu oleh komandannya yang telah pensiun karena cacat, ia pun menjadi seorang yang sukses dan mampu untuk membiayai keluarga Bubba.
Suatu hari, Jenny kembali dan menemui Forrest, yang kemudian melamarnya. Jenny menolak, tetapi merasa harus membuktikan cintanya kepada Forrest dengan tidur bersamanya. Jenny kemudian pergi pagi-pagi benar. Tanpa berpikir panjang, Forrest memilih untuk melakukan perjalanan. Mungkin secara impulsif, ia memutuskan untuk berlari mengelilingi Amerika Serikat, selama lebih dari tiga setengah tahun, dan menjadi terkenal.
Sekembalinya di kemudian hari, ia mendapatkan surat dari Jenny, yang melihatnya sedang berlari di televisi, memintanya untuk datang. Setelah bertemu, Forrest menyadari bahwa Jenny telah memiliki seorang anak laki-laki, yang adalah anak mereka berdua. Jenny memberitahu Forrest bahwa Jenny sedang sakit karena virus (kemungkinan AIDS). Ketiganya kemudian kembali ke Greenbow, Alabama. Jenny dan Forrest akhirnya menikah, tetapi tak lama kemudian Jenny meninggal dunia.


Film ini sangat bagus sekali dan terbukti dengan banyak sekali mendapatkan nominasi dan mendapatkan penghargaan.  Film ini termasuk film yang inspiratif kalau menurut saya karena  menceritakan  kisah hidup seeorang pria yang IQnya rendah tapi dapat berhasil dalam hidupnya dengan talenta yang dia punya. IQnya boleh rendah rendah, tapi karakternya begitu polos,tulus, baik hati, dan juga semangat dan daya juangnya sangat tinggi itu juga yang menjadi modal keberhasilan hidupnya.
Seorang diciptakan Tuhan pasti dengan talenta, sekalipun mungkin orang tersebut dilahirkan cacat fisik, ataupun dengan IQ kurang tapi kalau talenta itu terus diasah akan menjadi sangat luar biasa sebab segala sesuatu itu mungkin jika kita terus berdoa dan berusaha dengan sungguh dan pantang menyerah walaupun banyak kesulitan dan kendala ataupun kegagalan yang menghadang tetap berjuang sampai apa yang yang diimpikan itu dapat terwujud.....

Penghargaan dan nominasi

1994 Academy Awards (Oscars)
  • Menang - Best Performance by an Actor in a Leading Role — Tom Hanks
  • Menang - Best Director — Robert Zemeckis
  • Menang - Best Film Editing — Arthur Schmidt
  • Menang - Best Picture — Wendy Finerman, Steve Starkey, Steve Tisch
  • Menang - Best Visual Effects — Ken Ralston, George Murphy, Stephen Rosenbaum, Allen Hall
  • Menang - Best Adapted Screenplay — Eric Roth
  • Nominasi - Best Performance by an Actor in a Supporting Role — Gary Sinise (sebagai Lieutenant Dan Taylor)
  • Nominasi - Best Achievement in Art Direction — Rick Carter, Nancy Haigh
  • Nominasi - Best Achievement in Cinematography — Don Burgess
  • Nominasi - Best Makeup — Daniel C. Striepeke, Hallie D'Amore
  • Nominasi - Best Original Score — Alan Silvestri
  • Nominasi - Best Sound Mixing — Randy Thom, Tom Johnson, Dennis S. Sands, William B. Kaplan
  • Nominasi - Best Sound Editing — Gloria S. Borders, Randy Thom
1995 Academy of Science Fiction, Fantasy & Horror Films (Saturn Awards)
  • Menang - Best Supporting Actor (Film) — Gary Sinise
  • Menang - Best Fantasy Film
  • Nominasi - Best Actor (Film) — Tom Hanks
  • Music Best Music — Alan Silvestri
  • Nominasi - Best Special Effects — Ken Ralston
  • Nominasi - Best Writing — Eric Roth
1995 Amanda Awards
  • Menang - Best Film (International)
1995 American Cinema Editors (Eddies)
  • Menang - Best Edited Feature Film — Arthur Schmidt
1995 American Comedy Awards
  • Menang - Funniest Actor in a Motion Picture (Leading Role) — Tom Hanks
1995 American Society of Cinematographers
  • Nominated - Outstanding Achievement in Cinematography in Theatrical Releases — Don Burgess
1995 BAFTA Film Awards
  • Menang - Outstanding Achievement in Special Visual Effects — Ken Ralston, George Murphy, Stephen Rosenbaum, Doug Chiang, Allen Hall
  • Nominasi - Best Actor in a Leading Role — Tom Hanks
  • Nominasi - Best Actress in a Supporting Role — Sally Field
  • Nominasi - Best Film — Wendy Finerman, Steve Tisch, Steve Starkey, Robert Zemeckis
  • Nominasi - Best Cinematography — Don Burgess
  • Nominasi - David Lean Award for Direction — Robert Zemeckis
  • Nominasi - Best Editing — Aurthur Schmidt
  • Nominasi - Best Adapted Screenplay — Eric Roth
1995 Casting Society of America (Artios)
  • Nominasi - Best Casting for Feature Film, Drama — Ellen Lewis
1995 Chicago Film Critics Association Awards
  • Menang - Best Actor — Tom Hanks
1995 Directors Guild of America
  • Menang - Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures — Robert Zemeckis, Charles Newirth, Bruce Moriarity, Cherylanne Martin, Dana J. Kuznetzkoff
1995 Golden Globe Awards
  • Menang - Best Actor - Motion Picture Drama — Tom Hanks
  • Menang - Best Director - Motion Picture — Robert Zemeckis
  • Menang - Best Motion Picture - Drama
  • Nominasi - Best Supporting Actor - Motion Picture — Gary Sinise
  • Nominasi - Best Supporting Actress - Motion Picture — Robin Wright Penn
  • Nominasi - Best Original Score — Alan Silvestri
  • Nominasi - Best Screenplay - Motion Picture — Eric Roth
1995 Heartland Film Festival
  • Menang - Studio Crystal Heart Award — Winston Groom
1995 MTV Movie Awards
  • Nominasi - Best Breakthrough Performance — Mykelti Williamson
  • Nominasi - Best Male Performance — Tom Hanks
  • Nominasi - Best Movie
1995 Motion Picture Sound Editors (Golden Reel Award)
  • Menang - Best Sound Editing
1994 National Board of Review of Motion Pictures
  • Nominasi - Best Actor — Tom Hanks
  • Nominasi - Best Supporting Actor — Gary Sinise
  • Nominasi - Best Picture
1995 PGA Golden Laurel Awards
  • Menang - Motion Picture Producer of the Year Award — Wendy Finerman, Steve Tisch, Steve Starkey, Charles Newirth
1995 People's Choice Awards
  • Menang - Favorite All-Around Motion Picture
  • Menang - Favorite Dramatic Motion Picture
1995 Screen Actors Guild Awards
  • Menang - Outstanding Performance by a Male Actor in a Leading Role — Tom Hanks
  • Nominasi - Outstanding Performance by a Male Actor in a Supporting Role — Gary Sinise
  • Nominasi - Outstanding Performance by a Female Actor in a Supporting Role — Sally Field & Robin Wright Penn
1995 Writers Guild of America Awards
  • Menang - Best Screenplay Adapted from Another Medium — Eric Roth
1995 Young Artist Awards
  • Menang - Best Performance in a Feature Film - Young Actor 10 or Younger — Haley Joel Osment
  • Menang - Best Performance in a Feature Film - Young Actress 10 or Younger — Hanna R. Hall
  • Nominasi - Best Performance in a Feature Film - Young Actor Co-Starring — Michael Conner Humphreys 
 (sumber: wikipedia)

Tuesday, March 13, 2012

The Miracle worker


Sutradara: Nadia Tass
Diproduksi oleh :Adam Shankman
Jennifer Gibgot
Ditulis oleh: Monte Merrick
Musik oleh :William Goldstein
Sinematografi: David Parker
Editing oleh Maryann Brandon
Josh Young
Didistribusikan oleh: The Wonderful World Disney
Release date (s) November 12, 2000
bahasa Inggris


Pemeran

  • Hallie Kate Eisenberg
    Helen Keller
     
     
  • Alison Elliott
    Alison Elliott
    Anne Sullivan 
     
     
  • David Strathairn
    David Strathairn
    Captain Keller
  • Lucas Black
    Lucas Black
    James Keller 
     
     
  • Kate Greenhouse
    Kate Greenhouse
    Kate Keller 
     
  • Patricia Gage
    Patricia Gage
    Aunt Ev 
     
  • Eugene Lipinski
    Eugene Lipinski
    Proctor







Film The MIracle Worker
 
merupakan film yang berasal dari otobiografi Hellen sendiri yaitu, The Story of My Life. Film ini sangat inspiratif karena mengisahkan perjuangan seorang guru yang bernama Anne Sullivan untuk mengajar seorang anak yang buta, tuli, dan bisu yang bernama Hellen keller yang  tadinya liar, mempunyai amarah yang tidak terkendali ketika keinginannya tidak dituruti dan dianggap memiliki kecerdasan hewan atau bodoh yang tidak akan pernah bisa belajar apapun. Akhirnya menjadi anak yang  memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual yang baik, berpendidikan dan dapat berkomunikasi dengan baik.

Anne Sullivan tiba di rumah Keller pada bulan Maret 1887, dan segera mulai mengajar Helen untuk berkomunikasi dengan ejaan kata-kata ke tangannya, dimulai dengan "boneka" dimana boneka itu dibawa  Anne Sullivan untuk Hellen Keller sebagai hadiah. Keller frustrasi, pada awalnya, karena dia tidak mengerti bahwa setiap objek memiliki kata yang unik mengidentifikasi itu. Bahkan, ketika Sullivan mencoba untuk mengajar Keller kata "cangkir", Keller menjadi begitu frustrasi ia melempar boneka pemberian Anne Sullivan. Terobosan besar Keller dalam komunikasi muncul bulan berikutnya, ketika ia menyadari bahwa gerakan gurunya pada telapak tangannya adalah ejaan dari huruf yang membentuk kata-kata dari benda-benda yang di pegangnya, seperti air dingin di atas tangannya, melambangkan kata "air", kemudian Sullivan hampir habis mengajari nama-nama dari semua benda-benda.

Cerita kehidupan Hellen Keller merupakan keajaiban karena sekalipun dia buta, tuli dan bisu dan dianggap bodoh tapi berkat kerja keras dan perjuangan gurunya maka Hellen dapat mengenyam pendidikan yang tinggi bahkan menjadi pengacara, penulis buku dan pembicara yang terkenal di dunia.

Tidak ada yang mustahil asal kita mau bersungguh-sungguh berusaha sekalipun dunia atau keadaan sekeliling kita tidak mendukung atau bahkan mungkin meremehkan kemampuan kita, jangan pernah menyerah karna keajaiban itu masih ada asal kita berdoa, percaya, terus berusaha dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras dan terus belajar akan ada jalan dan kesempatan untuk kita dapat berkembang.




JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->