Kamis, 14 Juni 2012

Semua Berawal dari Mimpi






Setelah melihat video feature VOA tentang beberapa warga Indonesia yang cukup sukses di Amerika yaitu Tania Gunadi, John Oei, Emil Ranakusuma dan Iwan Bagus, membuat saya tertarik membahas tentang mimpi dan kiat-kiat untuk mencapainya.

Setiap orang pasti punya mimpi dan ada yang sudah berhasil menggapai mimpinya, ada yang masih dalam proses menggapai mimpi dan ada juga merasakan mimpinya kandas. Dalam keberhasilan meraih mimpi ada yang prosesnya begitu cepat dan mudah artinya tidak begitu menemui hambatan atau kendala yang berarti,  ada juga yang meraih mimpi dengan perjuangan yang berat, proses yang panjang, waktu yang lama bahkan berderai air mata karena penolakan-penolakan yang di dapat tapi berujung dengan kebahagiaan karena berhasil mencapai mimpi. Dan bagi yang memiliki mimpi tapi kandas atau mengalami kegagalan walaupun telah berjuang dengan maksimal seringkali menjadi tawar dan kecewa. Berbagai kata bijak tentang mimpi terus bermunculan ada yang mengatakan aksi tanpa mimpi adalah sia-sia ataupun mimpi tanpa aksi adalah mimpi buruk, dan banyak sekali kata-kata bijak lainnya yang dapat memotivasi kita dalam meraih mimpi.

Menurut Abraham Maslow bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).  Dan kebutuhan itulah yang membuat manusia mempunyai mimpi.  Mimpi timbul karena didalam diri manusia terdapat kebutuhan untuk berkembang dan mengeluarkan potensi diri itulah yang membuat seseorang termotivasi untuk berusaha melakukan dan menjadi apa yang diinginkan, kebutuhan ini disebut dengan kebutuhan aktualisasi diri (Self actualization).  


Pengertian motivasi sendiri yang dikutip dari wikipedia adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannyaTiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.  Tiga Elemen inilah yang dimiliki oleh Tania Gunadi, John Oei, Emil Ranakusuma dan Iwan Bagus mencapai mimpi mereka, sehingga mereka menjadi warga Indonesia yang cukup sukses sebagai warga pendatang di AS. 


Tania Gunadi asal Bandung Jawa Barat yang bercita-cita menjadi artis sempat mengalami penolakan-penolakan bahkan seorang Agen mengatakan bahwa Tania harus mencari pekerjaan yang lain saja karena Tania tidak akan bisa menjadi artis disebabkan aksen Tania yang begitu kental, walaupun ditolak Tania tidak patah semangat, dia tetap memiliki fokus 100% ke dunia akting dan itu membuat mimpinya dapat terwujud.


John Oei yang semula pekerja asuransi biasa akhirnya mulai mendirikan bisnis sendiri yaitu bisnis perumahan, asuransi dan media berbahasa Indonesia yang berbasis Internet.
 

Emil Ranakusuma yang bosan menjadi karyawan akhirnya juga mendirikan usaha sendiri di bidang makanan yang merupakan waralaba Amerika yang terkenal.  Emil seorang pekerja keras, dia tidak segan dan gengsi untuk mengerjakan seluruh pekerjaan seperti membersihkan toilet, mengepel lantai, mengangkut barang dan lainnya.


Iwan Bagus yang merupakan seorang model di tahun 80 an dan karena ketertarikannya pada dunia seni membuatnya pindah ke jalur fotografi, sekarang dia adalah seorang Profesor fotograpi di University of America dan juga menjadi fotograper profesional.

Mimpi juga tidak dibatasi oleh latar belakang sosial atau keadaan ekonomi keluarga seperti TKW yang juga bisa mempunyai mimpi menjadi sarjana asal ada motivasi, kesempatan dan kerja keras, pasti bisa mewujudkan mimpinya. Ini terbukti dengan diwisudanya 94 BMI ( Buruh Migran Indonesia) alias TKW yang ada di Hongkong. 

Kesempatan bagi para TKW Hongkong dan Macau untuk kuliah ini bermula d
ari adanya Assifiyah Community Learning Centre 2005- 2007 lalu ada Indonesia Learning Centre 2007-2009 yang berlanjut keberadaan Global Indonesia Learning Centre dan ditahun yang sama ada Binus (Bintang Nusantara) yang digandeng oleh Saint Mary University dan setahun yang lalu 2010 pemerintah RI bersama dengan KJRI membuka program Universitas Terbuka untuk S1.
Dan ada juga Hong Kong Indonesia Friendship Association dan Macau Indonesia Friendship Association (MIFA) dan rencananya dipenghujung tahun 2011 kemarin ada dua lagi yaitu Mutiara Institute Centre dengan program Mutiara (SMK)-Perhotelan bersama dengan BISA (Be Indonesian Smart & Active) Course Learning Centre.

Selain ke empat orang Indonesia yang tinggal di Amerika dan para TKW seperti yang disebutkan diatas masih banyak orang Indonesia lainnya yang tinggal di negara lain bisa mencapai mimpi mereka di negara yang mereka tinggali.


Kesempatan yang ada tapi kalau tidak digunakan akan menjadi sia-sia, karena itu setiap orang harus menggunakan kesempatan yang ada sebaik-baik mungkin dengan terus membangun motivasi dirinya dan tetap berfikiran positif dalam mencapai mimpi.

Menurut Norman Vincent Peale seorang penulis buku terlaris dan juga merupakan seorang motivator yang sangat terkenal di Amerika, dalam bukunya You Can If You Think You Can, Apa yang dapat dilakukan motivasi bagi kita:
1. Motivasi menyalakan api di dalam diri kita, api yang membuat kekuatan batin berjalan terus.
2. Motivasi menyingkapkan bakat kita, apakah kita benar-benar mengetahui potensi kita sendiri? Carilah, karena potensi itu ada disana, kemudian bebaskanlah potensi itu.
3.  Jangan menjadi orang yang suka menahan diri, jadilah orang yang berjuang dengan sepenuh tenaga
4.  Dan apa pun yang kita kerjakan jangan menjadi orang yang setengah-setengah
5. Ingat bahwa motivasi  yang paling kuat adalah motivasi spritual.  Jadi buka diri kita untuk hal-hal yang spritual.
6.Tetaplah siaga terhadap kata pemotivasi yang ajaib yang dapat mengaktifkan kembali dan mengubah kita dari orang yang biasa saja menjadi orang yang dinamis.
7.  Bergaullah dengan orang yang memotivasi.
8.  Oleh gagasan pemotivasi, gagasan yang berdenyut dengan kekuatan untuk maju.
9.  Dalam kemalangan tetaplah termotivasi, karena seringkali yang terbaik muncul dari kesulitan.
10.  Bayangkan tujuan kita.  Simpan bayangan atau citra itu di dalam kesadaran.  Simpan selalu bayangan itu di di hadapan kita dan tujuan kita akan terwujud.

 Selain motivasi seseorang juga perlu membangun karakter yang baik supaya bisa sukses dalam meraih mimpi.  Karakter-karakter yang diperlukan sebagai dasar untuk bisa sukes antara lain:
  1. Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.
  2. Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.
  3. Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.
  4. Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.
  5. Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.
  6. Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.
  7. Mereka jarang mengeluh.
  8. Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.
  9. Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.
  10. Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.
  11. Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.
  12. Mereka memiliki ambisi atau semangat.
  13. Tahu benar apa yang diinginkan.
  14. Mereka inovatif dan bukan plagiat.
  15. Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.
  16. Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.
  17. Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.
  18. Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.
  19. Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.
  20. Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.
  21. Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.
  22. Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.
  23. Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.
  24. Mereka adalah komunikator yang handal.
  25. Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.
  26. Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.
  27. Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.
  28. Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.
  29. Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.
  30. Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.
  31. Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.
  32. Mereka juga murah hati dan baik hati.
  33. Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.
  34. Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.
  35. Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.
  36. Mereka rajin.
  37. Ulet
  38. Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.
  39. Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.
  40. Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.
  41. Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.
  42. Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.
  43. Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.
  44. Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.
  45. Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.
  46. Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.
  47. Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.
  48. Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.
  49. Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.
  50. Mereka melakukan pada yang mereka katakan.

Jadi tidak perlu takut untuk bermimpi apalagi untuk bermimpi yang besar dan tetaplah bermimpi walaupun seringkali mengalami kegagalan karena dari kegagalan kita tahu kesalahan yang harus diperbaiki. Walaupun mimpi itu sepertinya tidak mungkin untuk diraih, jangan menyerah karena ketika kita sudah maksimal mengerjakan apa yang menjadi bagian kita tetapi masih saja sulit untuk meraihnya, percaya saja kepada Tuhan dan biarkan Tuhan yang menyelesaikan bagian akhirnya karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

sumber:

Tidak ada komentar:

JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->