Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Monday, September 2, 2013

KUR Merupakan Solusi Bagi UKM

Kemiskinan masih menjadi masalah utama yang dihadapi oleh negara Indonesia. Menurut BPS jumlah penduduk miskin Indonesia sampai dengan Bulan Maret 2013 mencapai 28,07 juta orang. Walaupun angka ini turun sebanyak 0.52 juta orang dibandingkan bulan September 2012 yang berjumlah 28,59 juta orang.  Yang menyebabkan kemiskinan di Indonesia adalah banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia.  Kemiskinan inilah  yang menyebabkan banyak penduduk Indonesia akhirnya memilih menjadi TKI yang bekerja di luar negeri baik sebagai pekerja rumah tangga ataupun buruh pabrik karena pendidikan dan keahlian yang mereka punya tidak dapat bersaing untuk mencari pekerjaan di dalam negeri yang sangat terbatas, sementara jumlah angkatan kerja tiap tahunnya semakin bertambah. Menurut BPS jumlah pengangguran di Indonesia sampai dengan bulan Februari 2013 7,17 juta orang, angka ini hanya sedikit.mengalami penurunan dibanding bulan Agustus 2012 yang mencapai 7,24 juta orang.  Sedangkan jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2013 mencapai 121,2 juta orang atau bertambah 3,1 juta orang dibanding Agustus 2012 . 

Menurut Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNPPKTI), jumlah pekerja Indonesia sekitar 6,5 juta orang yang bekerja di luar negeri pada tahun 2012 yang tersebar di 142 negara.  Dengan menjadi TKI diharapkan banyak penduduk Indonesia bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi masalah kemiskinan dan juga sekaligus dapat memperbaiki perekonomian keluarga menjadi lebih sejahtera, tetapi kenyataannya  permasalahan yang sering dihadapi oleh para TKI, antara lain: gaji yang tidak dibayarkan, penyiksaan, perkosaan yang akhirnya menyebabkan banyak para TKI kalau tidak dihukum pancung  pulang ke Indonesia menjadi gila dan banyak TKI yang terkena HIV karena seringnya diperkosa oleh para majikan mereka.  Hal itu tentu saja menjadi masalah baru bagi pemerintah Indonesia.
Kemiskinan juga yang menjadi penyebab banyaknya anak-anak di bawah umur menjadi pekerja walaupun UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan yang sangat jelas melarang adanya pekerja anak, dan UU Perlindungan Anak yang melarang memperkerjakan anak di bawah umur tetapi masih saja banyak orang yang memperkerjakan anak di bawah umur.  Tetapi saya tidak menyalahkan orang tua yang menyuruh anaknya di bawah umur untuk bekerja, karena faktor kemiskinanlah yang mengharuskan mereka  melakukan hal tersebut dan juga keluguan mereka dan terbatasnya pengetahuan mereka tentang masalah peraturan pemerintah tersebut juga membuat mereka tidak tahu kalau anak di bawah umur tidak boleh bekerja.
Berdasarkan data Understanding Children’s Work ()UCW) tahun 2012 menyebutkan sebanyak 2,3 juta jiwa, anak berusia 7-14 tahun adalah pekerja anak di bawah umur sedangkan BPS menyebutkan ada 4 juta anak dari 58,8 juta anak berusia 5-17 tahun terpaksa bekerja. Masalah anak yang menjadi pekerja di bawah umur ini tentu saja menjadi salah satu tugas berat pemerintah yang harus di atasi, dan pemerintah tiap tahunnya berusaha menarik pekerja anak dibawah umur dan tahun ini pemerintah berusaha menarik 11 ribu pekerja anak di bawah umur dengan mengembalikan mereka ke bangku sekolah.
Saya mendukung sekali usaha pemerintah untuk mengembalikan pekerja anak di bawah umur tersebut untuk kembali ke bangku sekolah.  Tetapi masalahnya pekerja anak tersebut bisa jadi adalah tulang punggung keluarga atau paling tidak yang membantu perekonomian keluarga.  Kalau pekerja anak tersebut ditarik tapi tanpa memberikan solusi buat keluaraga tersebut maka tentu saja ini juga bisa menjadi masalah baru.  Bagaimana mungkin mereka bisa tenang pergi ke sekolah apabila untuk makan saja terancam?  Jadi masalah utama yang mesti diatasi adalah masalah kemiskinan penduduk Indonesia.
Untuk mengatasi kemiskinan tersebut tentu saja pemerintah melalui Kemnakertrans melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan menciptakan 2,5 juta kesempatan kerja di tahun 2013 dengan mengandalkan sembilan sektor unggulan di Indonesia, yang antara lain: pertanian, kehutanan dan perikanan sebanyak 20 ribu kesempatan kerja; pertambangangan dan penggalian sebanyak 46 ribu kesempatan kerja; industry pengolahan sebanyak 936 ribu kesempatan kerja baru dan listrik, gas dan air berseih sebanyak 13 ribu kesempatan kerja.  Sedangkan sektor bangunan sebanyak 511 ribu kesempatan kerja; perdagangan, hotel dan restoran sebanyak 491 ribu kesempatan; angkutan dan komunikasi sebanyak 18 ribu kesempatan kerja; lembaga keuangan sebanyak 162 ribu kesempatan kerja; pemerintahan dan jasa lainnya sebanyak 308 kerja.
Walaupun pemerintah tiap tahunnya berusaha meningkatkan kesempatan kerja tetapi hal itu belum sepenuhnya bisa mengatasi masalah pengangguran di Indonesia.  Oleh karenanya menciptakaan wirausaha adalah salah satu solusi untuk mengatasi penggangguran.  Tetapi permasalahan yang paling sering dikemukakan orang-orang ketika mau memulai suatu usaha adalah tidak adanya modal dan juga bentuk usaha apa yang harus mereka kerjakan. Karena terbatasnya permodalan dan pengetahuan maka banyak penduduk Indonesia yang akhirnya hanya mampu menjadi pedagang asongan yang penghasilannya sangat kecil sekali dan tidak cukup untuk membiayai kebutuhan hidup mereka sehari-hari..  Ataupun penduduk Indonesia yang bekerja sebagai petani atau nelayan, mereka bekerja hanya untuk menyambung hidup walaupun mereka sudah bekerja sangat keras tapi hidup mereka masih tetap saja miskin.  Ini semua terjadi karena pengetahuan mereka yang terbatas dan juga masalah tidak adanya modal untuk memulai dan mengembangkan usaha.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa tahun yang lalu  mendirikan program unggulan yang pro rakyat yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang resmi diluncurkan yaitu pada tanggal 5 November 2007.  KUR merupakan kredit/pembiayaan modal kerja dan atau investasi kepada UMKMK di bidang usaha yang produktif dan layak namun belum bankable dengan plafon kredit sampai dengan Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) yang dijamin oleh Perusahaan Penjamin. Dana yang disalurkan kepada UMKMK sepenuhnya merupakan dana perbankan, sedangkan Pemerintah menyediakan dana penjaminan melalui Perusahaan Penjaminan yang menanggung sekitar 70 persen resiko KUR.  Pengajuan KUR pun tidak sulit, bunganyapun rendah hanya sebesar 1,05 persen perbulan dan cicilannya juga ringan. Untuk KUR tanpa agunan dapat diajukan dibawah RP 20 juta dengan persyaratan antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan usaha dari RT atau Keluarahan, foto copy Keterangan Kepemilikan Rumah Tinggal untuk mengantisipasi nasabah tidak pindah tempat tinggal. Prosesnya  dimulai dari pendaftaran atau pengajuan pinjaman, kemudian pengisian formulir dan melengkapi persyaratan memerlukan waktu kurang dari satu pekan sudah dapat dicairkan. Pihak bank kemudian akan melakukan survei untuk menilai kelayakan usaha tersebut. Setelah dinilai layak, nasabah akan dipanggil untuk melakukan penandatanganan perjanjian kredit. Dana pun cair dengan ditransfer ke rekening nasabah, tanpa ada potongan.  Karena persyaratan KUR yang ringan membuat banyak pelaku usaha kecil menengah sangat terbantukan.
Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, secara akumulatif, dari November 2007 sampai dengan Maret 2013, jumlah pelaku usaha penerima KUR telah mencapai 8,3 juta debitur dengan total outstanding kredit yang telah disalurkan sebesar Rp 108,4 triliun. Khusus sepanjang kuartal I tahun ini berhasil direalisasikan KUR sebesar Rp 10,7 triliun (29,72%) yang mencakup 570,2 ribu debitur.  Berdasarkan sektor ekonomi produktif yang menjadi sasaran KUR, sektor perdagangan (yang terintegrasi dengan sektor hulu) menjadi sektor usaha yang paling dominan mengakses KUR dengan proporsi sebesar 50,79%. Sementara sektor pertanian dan perikanan sebesar 13,7%, sedangkan sektor industri pengolahan mengambil porsi sebesar 2,6%. Apabila diakumulasikan, penyaluran KUR di sektor hulu yang meliputi pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan, industri dan sektor hulu terintegrasi memiliki andil sebesar 31,4% dari keseluruhan sektor yang dibiayai oleh KUR.  Sedangkan penyaluran KUR yang khusus diperuntukkan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI), sampai dengan Maret 2013 telah mencatatkan total plafon kredit sebesar Rp 46 miliar yang menjangkau sebanyak 3.649 orang TKI.  
 Dengan adanya KUR ini tentu saja sangat membantu sekali bagi kaum Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam mengembangkan usahanya.  Dan diharapkan program KUR ini semakin gencar di sosialisasikan pemerintah sehingga penduduk Indonesia mengenal apa itu KUR dan lebih memahami prosedur untuk mengajukan KUR karena sampai saat ini masih banyak penduduk Indonesia belum tahu adanya program KUR.  Dengan adanya KUR ini juga diharapkan dapat menciptakan wirausaha-wirausaha baru di Indonesia, dimana pada tahun 2011, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, telah mencanangkan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN),  dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah wirausaha Indonesia, mengingat jumlah  wirausaha Indonesia baru berkisar 0,24% dari populasi penduduk. Diharapkan dengan GKN  dapat mencapai sekurang-kurangnya 1% dari populasi penduduk Indonesia pada tahun 2014 dan akhirnya mencapai rasio ideal 2% dari populasi penduduk.
Dengan adanya KUR, Pemerintah Indonesia berhasil meningkatkan jumlah wirausaha baru yang semula 570.339 orang pada 2011 (0,24 %) menjadi 3.707.205 orang (1,56 %) pada akhir 2012.  Dengan semakin meningkatnya jumlah wirausaha baru maka peranan KUR akan semakin besar dan sangat diperlukan sekali bagi UKM. Pada tahun 2012 realisasi distribusi penyaluran KUR sebesar Rp. 34.230 triliun, dimana BRI sebesar Rp. 19.78 triliun, BNI sebesar Rp. 4.172 triliun, Mandiri sebesar Rp. 3.795 triliun, BTN sebesar Rp. 1.366 triliun, Bukopin sebesar Rp. 395 miliar, BSM sebesar Rp. 1.267 triliun, BNI Syariah sebesar Rp. 41.750 miliar dan 26 BPD sebesar Rp. 3.413 triliun.Oleh karenanya pada tahun 2013 ini Pemerintah meningkatkan target KUR menjadi Rp. 36 triliun.


Sumber: www.setkab.go.id

Saturday, April 6, 2013

Moratorium Hutan Perlu diperpanjang


Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya, karena itu hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia karena hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu, tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman pertanian pada lahan hutan. Sebagai fungsi ekosistem hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna, dan peran penyeimbang lingkungan, serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai fungsi penyedia air bagi kehidupan hutan merupakan salah satu kawasan yang sangat penting, hal ini dikarenakan hutan adalah tempat bertumbuhnya berjuta tanaman penampung karbon dioksida.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan hutan dengan luas sekitar 130 juta hektar dari 180 juta hektar luas Indonesia. Tapi sayang 60 persen hutan Indonesia rusak karena ketidakpedulian masyarakat dan pembangunan. Dan yang sudah di moratorium seluas 64 juta hektar, dan sekitar 40 persen dalam keadaan baik. (Republika co.id)

Sebagai contoh Kurun waktu 10 tahun terakhir, luas kawasan hutan di Jambi yang mencapai dua juta hektare lebih, berkurang satu juta hektare akibat alih fungsi hutan secara besar besaran.  Dan alih fungsi hutan itu lebih diakibatkan konsesi perusahaan skala besar seperti pertambangan, HTI dan perkebunan sawit maupun karet. ( http://hutanindonesia.com/1-juta-hektare-hutan-di-jambi-lenyap-10-tahun/ )

Indonesia memiliki hutan mangrove seluas sekira sembilan juta hektare. Sayang, 70 persen atau lebih dari dua juta hektare di antaranya sudah hilang karena digunakan untuk tambak udang, perkebunan kelapa sawit, serta pembangunan pedesaan dan perkotaan padahal mangrove adalah tanaman penting untuk keseimbangan alam, kestabilan garis pantai, serta mencegah erosi air laut.    (http://travel.okezone.com/read/2013/03/12/407/774724/kondisi-hutan-mangrove-di-indonesia-memprihatinkan)

Kebijakan yang diambil pemerintah untuk memperbaiki tata kelola hutan melalui kebijakan moratorium hutan melalui Instruksi Presiden (Inpres) No.10/2011 sudah sangat baik.  Karena moratorium selain untuk memperbaiki tata kelola hutan juga untuk mengurangi emisi dan juga efektif mengurangi deforestasi dan degradasi hutan, sehingga meningkatkan luasan tutupan hutan primer dan lahan gambut.

Kebijakan moratorium hutan melalui Instruksi Presiden (Inpres) No.10/2011 akan segera berakhir pada 20 Mei 2013.   Tapi menurut saya moratorium hutan itu perlu diperpanjang agar hutan kita bisa diselamatkan dengan memberikan ruang dan waktu kepada pemerintah untuk memperbaikinya.

Tapi melestarikan hutan tidak hanya tugas pemerintah tapi tugas kita juga sebagai masyarakat Indonesia dengan ikut gerakan go green ataupun dengan tidak menebang hutan secara liar dan ilegal demi kepentingan dan kekayaan pribadi.

Tuesday, November 20, 2012

Mobil Nasional Yang Siap Bersaing dengan mobil

Sejak 20 tahun yang lalu Indonesia sebenarnya sudah mulai merintis pembuatan mobil nasional tapi banyak diantaranya mengalami kegagalan yang disebabkan oleh karena stop produksi ataupun karena kebangkrutan. Berikut beberapa mobil nasional yang mengalami kegagalan seperti yang dikutip dari oto.detik.com adalah sebagai berikut: 

1.  Maleo

Mulai dikembangkan pada 1993, proyek Maleo dimulai ketika pemerintah harus memiliki mobil nasional yang khas nusantara. Saat itu IPTN pun ditunjuk untuk mewujudkannya. Bekerjasama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia IPTN, mobil yang dibidani oleh menristek BJ Habibie ini sukses membuat 11 rancangan mobil sampai tahun 1997. Namun sayangnya, proyek ini terbengkalai saat reformasi tiba.

2.  Beta 97 MPV

Dibuat pada tahun 1994 oleh Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers. Bakrie ketika itu ingin menjadikan Beta 97 MPV sebagai mobil nasional. Untuk itu, Bakrie pun meminta bantuan rumah desain Shado asal Inggris untuk menciptakan desain awal mobil ini.

Pada bulan April 1995 desain Beta 97 MPV pun telah selesai dan mulai diperlihatkan ke manajemen Bakrie. Setelah itu, desain tersebut langsung dikembangkan sampai prototipe mobil ini selesai di tahun 1997.

Bakrie juga sudah mulai menyiapkan segala aspek pendukung mobil ini mulai dari perakitannya hingga ke persiapan anggaran produksi untuk memenuhi jadwal peluncuran mobil yang sesungguhnya disiapkan pada bulan Desember 1997. Tapi sayang, krisis ekonomi menenggelamkannya sebelum terbang.

3.  Timor

Timor adalah merek mobil yang dijual Indonesia pada pertengahan tahun 1990 yang merupakan rebadged mobil dari Korea Selatan, Kia Sephia. Timor adalah kepanjangan dari 'Teknologi Industri Mobil Rakyat', dan nama lengkap perusahaannya adalah Timor Putra Nasional. Perusahaan ini dimiliki oleh Tommy Soeharto, anak dari mantan presiden Soeharto.

Mobil ini dimaksudkan sebagai mobil nasional Indonesia, seperti Proton di negara Malaysia. Karenanya, mobil merek Timor dibebaskan dari pajak-pajak dan bea lainnya yang biasa dikenakan pada mobil-mobil lain yang dijual di Indonesia. Setelah krisis ekonomi Asia yang menyebabkan Kia Motors pada tahun 1997 bangkrut (pada tahun 1998 dibeli oleh Hyundai), dan keruntuhan rezim Soeharto, maka proyek Timor juga ditutup.

4.  Bimantara

Sama seperti Timor, Bimantara adalah sebuah proyek mobil nasional yang digalang oleh keluarga Cendana. Bila Timor disokong oleh Tommy, Bimantara dibangun oleh Bambang Trihatmojo.

Tapi bila Timor menggandeng KIA sebagai partner, Bimantara memilih untuk menggandeng Hyundai. Tapi karena krisis, Bimantara pun ikut tenggelam.

5.  MR 90

Mobil ini merupakan proyek nasionalisasi Mazda 323 Hatchback oleh PT Indomobil, model terakhir dari upaya ini adalah Mazda Van tren pada tahun 1994.

6.  Kalla Motor

Kalla Motor pernah menciptakan mobil kecil bermesin 500 cc sebagai calon mobil produksi Indonesia. Tidak dketahui kenapa tidak jadi diproduksi.

7. Texmaco Macan

Macan adalah Kendaraan berjenis minibus atau MPV dengan kapasitas mesin 1.800 cc dari PT. Texmaco. Dalam mengeluarkan mobil ini PT. Texmaco menggandeng Mercedes Benz, tercatat satu unit prototype sudah dipamerkan di arena pekan Raya Jakarta pada pertengahan tahun 2001, tapi belum sempat diproduksi masal PT. Texmaco bangkrut karena krisis moneter pada 1997-1998.

8. Gang Car

Gang Car adalah sebuah mobil mini berkapasitas 2 orang buatan PT. DI yang ditenagai mesin 125-200 cc. Mobil ini didesain berukuran cukup kecil sehingga bisa beroperasi di gang-gang sempit di daerah perkotaan (maka dari itu dinamakan Gang Car). Proyek ini tidak pernah terdengar lagi kabarnya sejak tahun 2003 setelah PT.DI dilanda kemelut dan merumahkan 9000-an karyawannya.

Walaupun usaha untuk mengembangkan mobil nasional mengalami banyak kegagalan ternyata tidak menyurutkan putra-putra Indonesia terus berinovasi untuk memproduksi mobil nasional apalagi pemerintah sangat mendukung sekali pembuatan mobil nasional bahkan pemerintah menjanjikan akan memiliki mobil nasional pada tahun 2014 nanti.
Mobil nasional yang memenuhi standarisasi dan mengantongi izin pemerintah untuk diproduksi massal adalah sebagai berikut:

1.  Kancil


http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/10/kancil.jpg?w=300&h=225 

Kancil (singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didisain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT. KANCIL (singkatan dari Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari).

Mobil yang disiapkan untuk menjadi pengganti Bajaj/bemo ini menggunakan mesin 250 cc yang mampu melaju hingga 70 km/jam.



2.  Tawon


Mobil Nasional AG-Tawon adalah karya anak SMK di banten yang diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang lokasi industrinya di Rangkasbitung - Banten. Mobil ini mampu melahap berbagai jenis bahan bakar mulai dari bensin dan atau bahan bakar gas CNG dan sudah memenuhi standarisasi Euro3.

Kapasitas mesin Tawon sebesar 650 cc, 4 Percepatan transmisi manual yang dapat dipacu hingga kecepatan 100 km/jam. Mobil ini mulai dikembangkan sejak tahun 2007, dan diproduksi sejak tahun 2009, serta mengandung 90% Kandungan Lokal.

Sejumlah koperasi di beberapa tempat telah memesan mobil Tawon. Mobil yang pertama kali diciptakan pada 2007 tersebut juga telah menjadi kendaraan dinas di Dinas Perdagangan dan Sekretariat Daerah Provinsi Banten. 
Mobil ini memiliki tiga varian, yakni mobil city car yang dinamai Tawon, mobil pick-up yang dinamai Transformer, serta mobil penumpang dan barang yang bisa diproyeksikan sebagai angkutan umum dan pribadi bernama Metro Tawon. ( Republika.co.id )


3.  Esemka

 

Mobil nasional berikutnya adalah Esemka. Esemka mengambil nama dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mobil ini sebenarnya merupakan mobil rakitan karya siswa-siswi SMK.

Nama-nama merek Esemka berbeda-beda tergantung SMK mana yang membuatnya. Ada Didgaya, Rajawali, dan lainnya dengan model berbeda-beda mulai dari SUV, MPV dan pikap kabin ganda.

Esemka pertama kali muncul ke publik pada 2009 lalu saat sebuah event di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mesinnya menggunakan mesin 1.500 cc yang berawal dari mesin Timor, namun dimodifikasi sendiri oleh Esemka. Karena berbagai keterbatasan, beberapa parts kendaraan diambil dari mobil yang sudah beredar di Indonesia. Seperti lampu depan, dashboard, dan lampu belakang.

Mobil ini langsung menarik minat publik, karena desainnya sudah sangat bagus. Terakhir mobil ini juga menjadi sorotan di awal tahun 2012 menyusul keputusan Walikota Surakarta Joko Widodo yang menggunakan mobil ini sebagai mobil dinas. 

Puluhan mobil ESEMKA karya para pelajar SMK dari 33 daerah di Indonesia dipamerkan di Solo (10/11). Beberapa diantaranya sudah mengantongi ijin pemerintah untuk diproduksi massal dan bersaing dengan mobil impor.


4.  GEA

GEA adalah mobil produksi PT. INKA (Industri Kereta Api) yang mulai diproduksi tahun 2011 dengan kapasitas mesin 650 cc. GEA Inka dipasarkan dengan harga antara Rp 60 juta perunit.  Hingga tahun 2012 pesanan untuk produk GEA mencapai ratusan unit yaitu dari koperasi angguna di Surabaya sebanyak 250 unit dan pesanan dari Pemerintah provisin Sulawesi Selatan sebanyak 250 unit tetapi GEA baru menyanggupi sebanyak 50 unit karena keterbatasan kemampuan produksi ( kompas.com )


 GEA Inobus juga sudah lulus uji dari Kementrian Perhubungan




 
Inobus adalah sebuah Bus yang diproduksi PT.INKA akan digunakan sebagai bus gandeng TransJakarta.
 
Diharapkan mobil nasional tersebut mampu bersaing dengan mobil impor seperti Tata Nano yang akan masuk Indonesia di tahun 2013.   Mobil tata nano adalah mobil buatan India yang merupakan mobil termurah di dunia

Wednesday, November 7, 2012

Andai Aku menjadi Ketua KPK


Tindakan korupsi sepertinya sudah mendarah daging di Indonesia, oleh karena itu Indonesia pernah menjadi negara yang tingkat korupsinya paling tinggi di dunia.  Jadi untuk memberantas korupsi di Indonesia maka di bentuklah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera, KPK diberi amanat melakukan pemberantasan korupsi secara profesional, intensif, dan berkesinambungan karena korupsi telah merugikan keuangan negara, perekonomian negara, dan menghambat pembangunan nasional.

Tugas KPK ini sangat berat dikarenakan sangat tidak mudah untuk menyelidiki kasus-kasus korupsi dan membawa pelaku korupsi itu ke pengadilan untuk di hukum.  Apalagi kalau pelaku korupsi itu melibatkan elit politik negeri ini.  Berbagai intervensipun dilakukan oleh para elit politik  supaya penyelidikan KPK itu bisa terhenti dan tidak sampai tuntas dalam penyelidikannya. 

Banyak kasus-kasus yang telah dapat diselesaikan oleh tim KPK dan berhasil memasukkan para koruptor tersebut ke dalam  penjara.  Tetapi ada beberapa kasus besar yang saat ini masih belum terselesaikan dan masih dalam proses penyelidikan KPK misal kasus Bank century, kasus dugaan suap terkait dengan pembangunan Wisma Atlet, kasus dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI 2004, ataupun kasus-kasus lain yang masih dalam penyelidikan KPK.

Undang-undang kita masih lemah dalam hal mengatasi korupsi ini terbukti dari ratusan pegawai negeri sipil yang di vonis bersalah karena kasus korupsi malah aktif sebagai PNS bahkan di promosikan menduduki jabatan eselon II di provinsi/kabupaten.  Data sementara, PNS yang masuk penjara karena korupsi ada 153 orang, dalam lima tahun terakhir dan sebagian dari PNS yang menjadi terpidana dalam korupsi telah menjalani hukuman.  Ada 14 orang PNS bekas terpidana korupsi yang justru mendapatkan promosi jabatan strategis di daerah (Kompas, 5/11 ).

Menurutku jika PNS yang terbukti bersalah melakukan korupsi seharusnya mereka itu di pecat supaya memberikan efek jera dan bagi PNS lainnya menjadi takut untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Belum lagi masalah perseteruan KPK dan Polri yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu.  Walaupun akhirnya perseteruan ini bisa diselesaikan tapi tentu saja itu menunjukkan masih lemahnya undang-undang kita dalam hal kewenangan untuk memberantas korupsi.

Jadi untuk memberantas korupsi di Indonesia ini diperlukan strategi yang jitu.  Jadi andai aku menjadi Ketua KPK, yang aku lakukan di mulai dari pribadiku yaitu :

1. Menjaga integritas diriku dan keluarga, supaya jangan ada celah orang lain untuk menjatuhkan aku.  Contoh: kasus Ketua tim KPK sebelumnya yaitu Antasari yang dituduh membunuh, walaupun aku secara pribadi tidak yakin bahwa antasari adalah seorang pembunuh tapi Antasari mungkin mempunyai celah yang akhirnya dipakai oleh orang yang tidak suka dengan sepak terjangnya dalam memberantas korupsi untuk menghentikannya dengan cara menuduhnya sebagai seorang pembunuh.

2. Menjaga hubungan baik dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi  ataupun instansi lain, tetapi tidak membangun hubungan secara personal atau dekat kepada orang-orang yang bekerja di instansi-instansi tersebut.  Maksudnya apabila aku memiliki hubungan yang sangat dekat misal dengan salah seorang pejabat dan pejabat tersebut ternyata ketahuan melakukan tindak pidana korupsi maka sulit bagi aku untuk bersikap objektif dalam penyelidikan karena kedekatan emosional yang terjalin tersebut.

Dan yang aku lakukan berkenaan dengan tugas apabila aku menjadi ketua KPK adalah:

1.  Melaksanakan tugas sesuai dengan visi dan misi KPK secara sistematis, integratif, dan fokus, sesuai amanat Undang-Undang.

 Visi KPK 2011-2015:
"Menjadi lembaga penggerak pemberantasan korupsi yang berintegritas, efektif, dan efisien".

Misi KPK adalah sebagai berikut:
  1. Melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan TPK;
  2. Melakukan supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan TPK;
  3. Melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap TPK;
  4. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan TPK;
2.  Memilih tim KPK yang berkompeten di bidangnya masing-masing dan mempunyai komitmen yang sama dalam memberantas korupsi. Dan tim KPK yang aku pilih itu independen, bukan berasal dari golongan partai manapun dan juga bukan berstatus PNS. Karena tidak bisa kita pungkiri sistem yang ada di instansi pemerintah cenderung korupsi oleh karenanya dengan memilih tim KPK yang independen maka mencegah terjadinya intervensi dari pihak instansi manapun.

3.  Bekerja sama dengan tim KPK melaksanakan tugas dengan berfokus pada Rencana Strategis KPK 2011-2015 sebagaimana telah ditetapkan dalam Road Map KPK 2011-2023.  Road Map KPK dimaksudkan untuk memberi arah pemberantasan korupsi yang akan dilakukan KPK dalam jangka panjang yaitu sampai dengan 2023.

4. Mengevaluasi kinerja KPK tiap tahunnya dan melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan kinerja KPK yang kurang maksimal.

Itulah yang aku akan lakukan seandainya aku jadi ketua KPK, walaupun tidak mudah tapi asalkan ada kesungguhan dan kerja keras maka korupsi di Indonesia dapat diberantas

Monday, November 5, 2012

Hanya Sebuah Kesempatan, Penerimaan Dan Kepercayaan yang Mereka Butuhkan





Tidak seorangpun di dunia ini yang menginginkan lahir dari keluarga miskin semuanya menginginkan lahir dari keluarga yang berkecukupan ataupun sejahtera.  Tetapi sayangnya kita tidak bisa memilih siapa yang menjadi orang tua kita dan yang menjadi keluarga kita.  Bagi anak-anak yang lahir dari keluarga miskin pastilah hidupnya lebih berat dari anak-anak yang keluarganya berkecukupan.  Anak-anak dari keluarga miskin ini mungkin dipaksa untuk membantu orang tuanya untuk bekerja.  Maka tidak heran lagi kalau sehari-hari kita melihat banyak anak - anak yang menjadi pengamen dan pengemis di jalan.

Reaksi kita melihat anak-anak ini pun bermacam-macam, mulai dari acuh atau kurang perduli karena kita mengganggap anak-anak yang menjadi pengemis dan pengamen itu sudah merupakan suatu hal yang lumrah sehingga kitapun menjadi terbiasa akan hal itu.  Ataupun kita merasa kasihan tetapi tidak mampu berbuat apa-apa sehingga kita hanya bisa memberi uang sekedarnya untuk anak-anak tersebut.  Atau kita justru marah dan cenderung menyalahkan pemerintah yang menurut kita kurang memperhatikan nasib dan masa depan anak-anak miskin tersebut, tetapi kita sendiripun tidak melakukan tindakan apa-apa untuk menolong anak yang miskin tersebut.

Seperti halnya anak-anak yang miskin tadi, apa yang dihadapi oleh kaum difabel ini juga cukup berat selain mereka juga harus berusaha mengatasi keterbatasan mereka, mereka juga harus menghadapi lingkungan sosial yang masih cenderung bersikap negatif terhadap mereka. Ejekan, penolakan-penolakan mungkin sudah sering mereka terima.  Mereka juga sering kali mengalami perlakuan diskriminatif di dalam mencari pekerjaan karena kekurangan atau keterbatasan mereka.  Kalau mereka bisa memilih mereka juga tidak menginginkan tubuh mereka memiliki keterbatasan tetapi itu semua diluar kemamampuan mereka dan mereka juga belajar untuk menerima itu.  Kitapun harus belajar menerima kaum difabel tersebut tanpa harus “mengasihani” mereka dan kita tidak boleh bersikap negatif terhadap mereka dan juga meremehkan kemampuan mereka.

Kalau saya sendiri ketika melihat anak-anak yang menjadi pengamen ataupun pengemis di jalan ataupun kaum difabel yang masih sering mengalami diskriminatif dalam segala hal merasa sangat terenyuh tetapi saya merasa tidak mampu berbuat apa-apa untuk mereka. Saya hanya bisa memberikan uang sekedarnya  untuk anak-anak miskin tersebut yang sama sekali tidak ada artinya menurut saya ataupun saya hanya bisa menunjukkan empati saya untuk kaum difabel tersebut. 


Ya, saya adalah bagian dari banyak orang yang cuma memiliki belas kasihan dan empati tapi kurang tahu bagaimana cara menolong dengan tindakan nyata.  Ataupun mungkin sebenarnya saya tahu tapi saya masih menunggu sampai saya mempunyai kekuatan, kekuasaan, kedudukan ataupun uang maka saya baru dapat menolong mereka.  Hal itu mungkin suatu alasan yang saya bangun tanpa sadar untuk membenarkan tindakan saya ketika saya tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolong mereka. 

Hati anak-anak miskin dan kaum difabel ini mungkin banyak yang menjerit  kepada Tuhan supaya mereka diberikan malaikat penolong untuk dapat mengeluarkan mereka dari kemiskinan dan keluar dari keadaan sulit yang mereka alami.  Oleh karena itu anak-anak miskin dan kaum difabel ini butuh kesempatan sama seperti orang lain.  Kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan keterampilan atau keahlian yang membuat mereka nantinya dapat bekerja dan mandiri.  Kesempatan untuk bekerja dan berprestasi, kesempatan untuk menjadi bagian dari suatu komunitas tanpa dipandang remeh.  Tetapi terkadang kesempatan itu tidak datang dengan mudah karena banyak orang yang berbelas kasihan dan berempati tetapi sedikit orang yang akhirnya memberikan aksi nyata untuk menolong mereka.  Orang-orang yang memberikan aksi nyata untuk menolong anak-anak miskin dan kaum difabel ini, merekalah yang bisa disebut sebagai orang-orang yang perduli. 


Jimmy Pham,adalah salah satu orang yang perduli dengan nasib anak-anak miskin yang ada di Vietnam.  Oleh karena keperduliannya tersebut maka Jimmy Pham membuka restoran yang bernama KOTO
di Ho Chi Minh City dan memberikan kesempatan kepada anak-anak muda dari keluarga miskin tersebut untuk bekerja dan mengikuti pelatihan selama 2 tahun.  Di dalam pelatihan tersebut mereka tidak hanya di latih dalam hal layanan indusri makanan saja tetapi juga mereka belajar bahasa Inggris dan bermain sepak bola,serta mengikuti 36 lokakarya dengan topik beragam mulai dari keuangan sampai pendidikan seks, seperti yang diberitakan VOA Indonesia tertanggal 22 Oktober 2012  yang berjudul Restoran di Vietnam Rangkul Anak Jalanan.
Berkat Jimmy Pham, banyak anak-anak muda miskin yang masa depannya terselematkan.
 
Tidak hanya restoran KOTO yang menunjukkan keperduliannya untuk menolong anak-anak muda yang miskin, restoran Atfaluna juga perduli dengan kaum difabel seperti tuna rungu.  Restoran Aftaluna adalah sebuah restoran yang berada di Kota Gaza, Palestina yang dikelola sepenuhnya oleh orang tuna rungu dan memiliki staff orang tuna rungu Restoran ini dibuka dengan tujuan untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dimana kelompok difabel dapat mewujudkan potensi mereka secara penuh, seperti seperti yang diberitakan VOA Indonesia tertanggal  19 Oktober 2012  yang berjudul Restoran di Gaza Dikelola Pekerja Tuna Rungu. Kaum tuna rungu yang tadinya kurang percaya diri dalam bekerja menjadi lebih percaya diri karena kesempatan dan kepercayaan kepada mereka bahwa mereka juga dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka.  Mereka juga lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Kesempatan yang diberikan Restoran KOTO kepada anak-anak yang miskin dan juga Restoran Atfaluna kepada kaum difabel merupakan suatu contoh nyata dari tindakan keperdulian yang langsung mengenai sasaran.  Kesempatan ini juga membuat mereka kembali bisa mempunyai mimpi dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka sama seperti orang lain.

Sangat baik sekali jika di Indonesia banyak orang tergerak dapat melakukan hal yang sama sehingga kesempatan untuk anak-anak miskin dan kaum difabelpun dapat semakin meningkat dan kehidupan mereka pun menjadi lebih baik.

Rasa belas kasihan, empati itu baik tapi lebih baik lagi kalau dapat mewujudkan rasa empati itu dengan tindakan nyata untuk menolong mereka.  Tetapi pertolongan yang paling mereka butuhkan adalah sebuah penerimaan, kesempatan dan kepercayaan karena dengan hal tersebut mereka merasa dihargai dan dipercaya bahwa mereka bisa seperti orang lain yang mempunyai cita-cita dan mimpi dan berusaha untuk dapat mewujudkan cita-cita dan mimpi mereka tersebut.

Sunday, October 28, 2012

Menciptakan Wirausahawan Tangguh Untuk Dapat Membangun Indonesia Mandiri


Indonesia Adalah Negara Yang Subur Dan Mempunyai Kekayaan Alam yang Berlimpah

Indonesia merupakan negara yang sangat subur dan mempunyai kekayaan alam yang begitu berlimpah-limpah dan hal itu membuat Indonesia pada zaman dahulu menjadi sasaran negara-negara Eropa seperti Belanda, Portugis, Spanyol dan Inggris untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia dengan menjajah Indonesia.  Belanda adalah negara yang paling lama menjajah Indonesia yaitu selama 350 tahun, dimana Belanda pada saat itu mengeruk segala kekayaan alam Indonesia mulai dari rempah-rempah, kopi, gula dan sebagainya.  Sementara Belanda pada waktu itu semakin kaya karena hasil bumi dari negara kita, sedangkan penduduk Indonesia sendiri masih tetap miskin dan terbelakang.

Indonesia sekarang memang sudah terbebas dari penjajahan tetapi sebenarnya Indonesia masih terjajah secara ekonomi, salah satu contohnya Provinsi Papua.  Provinsi Papua adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang begitu berlimpah terutama emas dan tembaga.  Hal itulah yang membuat perusahaan pertambangan asing seperti PT Freeport membuka pertambangannya disana.  Tapi yang menjadi masalah adalah masyarakat Papua sendiri tetap miskin dan terbelakang dan ini yang akhirnya menjadi sengketa antara PT Freeport dan masyarakat Papua. Sangat ironis sekali, bukan?

Tingkah Impor Indonesia Masih Tinggi
 

Keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi yang sering kali menjadi alasan tingginya impor kita terhadap barang dari negara lain.

Tingkat impor yang tinggi didominasi oleh raw material (bahan baku) dan capital goods (barang modal) dengan persentase sebesar 93%. Sebaliknya, impor barang konsumsi terbilang kecil, yaitu 7%. Secara rata-rata, impor barang modal tumbuh sebesar 33,9% setiap bulannya, tepatnya mulai Januari hingga Agustus 2012, bila dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara impor barang konsumsi hanya meningkat sebanyak 5,4% di periode yang sama. ( sumber: bisniskeuangan.kompas.com  berita tanggal 27 Oktober 2012)

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Masih Cukup Tinggi

Menurut data BPS tingkat pengangguran di Indonesia sampai bulan Februari yaitu 7,61 juta orang  dari 120,4 juta angkatan kerja yang ada di Indonesia berarti lapangan pekerjaan baru menyerap 6,32 %.  Pengangguran ini disebabkan oleh kapasitas lapangan pekerjaan yang masih belum bisa menampung semua jumlah angkatan kerja di Indonesia dan juga disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan keterampilan dari angkatan kerja itu sendiri untuk memenuhi standar dan kualifkasi perusahaan untuk suatu bidang kerja. Pengangguran juga adalah satu faktor penyebab terjadinya kemiskinan di Indonesia.

kuli angkut barang (doc. pribadi)


Menurut data BPS jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret  2012 mencapai 29,13 juta orang (11,96 persen). Kemiskinan ini akhirnya membuat banyak anak usia sekolah yang berhenti sekolah demi membantu perekonomian keluarganya.  Pekeja anak di Indonesia saat ini jumlahnya mencapai 1,7 juta anak yang kebanyakan berumur 15 hingga tahun berdasarkan data dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).   

Mandiri Edukasi, Komitmen Bank Mandiri pada Dunia Pendidikan
  
Untuk menyeselesaikan masalah-masalah di atas maka sangat dibutuhkan pendidikan yang berkualitas karena dengan pendidikan dapat menciptakan manusia cerdas yang kreatif dan inovatif dan juga mandiri sehingga dapat membangun bangsa Indonesia menjadi negara yang maju. 

Bank Mandiri memiliki program Mandiri Edukasi di 198 sekolah serta 13 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program tersebut diikuti oleh 19.800 siswa SD, SMP, dan SMA serta 6.500 mahasiswa. Selain menggelar edukasi, Bank Mandiri juga memberikan bantuan buku perpustakaan di sekolah dasar dan lanjutan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan pelajar di bidang perbankan.  Mandiri Edukasi yang dilakukan adalah untuk mempertegas komitmen Bank Mandiri terhadap peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.


Bank Mandiri juga menyalurkan beasiswa Mandiri Prestasi sebesar Rp12,4 miliar bagi 260 mahasiswa dari 13 perguruan tinggi. Selain itu, Bank Mandiri membantu pengadaan buku perpustakaan untuk 198 sekolah senilai total Rp990 juta. (sumber: artikel Bank Mandiri.co.id tertanggal 11 Oktober 2012).

Menciptakan Wirausahawan Tangguh

Tingginya tingkat impor harus dapat memacu investasi dan produktivitas industri dalam negeri untuk terus tumbuh dan berkembang. Produktivitas ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga lapangan kerja baru dapat tercipta. Dengan terciptanya lapangan kerja baru, maka diharapkan tingkat pengangguran di Indonesia akan menurun.

Untuk memacu investasi dan produktivitas industri dalam negeri untuk terus tumbuh dan berkembang maka diperlukan wirausahawan yang tangguh.  Bank Mandiri yang mempunyai komitmen dalam menciptakan pewirausaha tangguh yang dapat mendorong pertumbuhan perekonomian Tanah Air menggelar kuliah terbuka tentang kewirausahaan dengan tema "Mahasiswa, Bisnis dan Masa Depan” yang diikuti seribu mahasiswa ini digelar di Surabaya, pada tanggal 31 Mei 2012 yang lalu.

Program Wirausaha Muda Mandiri merupakan bentuk kepedulian Bank Mandiri sekaligus dukungan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Pencarian bibit wirausaha muda baru dilakukan melalui pelaksanaan modul kewirausahaan di perguruan tinggi negeri dan swasta, pemberian beasiswa wirausaha, pelaksanaan workshop dan penganugerahan. Sedangkan pembinaan berwirausaha dilakukan melalui pendidikan berwirausaha, pendampingan berwirausaha dan promosi.Wirausaha Muda mandiri merupakan program unggulan karena diyakini mampu mengubah cara pandang mahasiswa tentang wirausaha, menjadikan sektor UMKM sebagi sektor idaman untuk berkarya, meningkatkan kualitas dan jumlah usaha kecil. Program ini juga dapat meningkatkan peran perbankan dalam menggerakkan sektor UMKM sebagai pilar dan penggerak perekonomian bangsa. (sumber: Artikel WirausahaMandiri.co.id  tertanggal 31 Mei 2012) 


Bank Mandiri juga menyelenggarakan pendidikan wirausaha dan pendidikan wirausaha ini harus diikuti tidak hanya oleh para mahasiswa, namun juga para dosen.  Dosen dan para pengajar perlu mendapat pelatihan khusus, karena selama ini untuk menjadi wirausaha hanya mengandalkan learning by doing. Berdasarkan kenyataan itu, Bank Mandiri memfasilitasi dosen-dosen kewirausahaan dengan Training of Trainer untuk membekali mereka dalam menggunakan modul kewirausahaan mandiri. Selain itu Bank Mandiri juga menciptakan dosen untuk menjadi seorang business coach yang baik bagi mahasiswa - mahasiswanya yang sedang & akan berwirausaha. Untuk mencapai kesamaan mindset tersebut diperlukan tolok ukur yang merata dan menjadi standar semua lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya pada pendidikan tinggi. “Modul kewirausahaan telah dibuat dan terus disempurnakan yang difasilitasi Bank Mandiri, bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, dan Institut Teknologi 10 November Surabaya. (sumber: Artikel WirausahaMandiri.co.id  tertanggal 26 Januari 2010).
 
Bank Mandiri juga mempunyai Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri yang merupakan program pemberian penganugerahan persembahan Bank Mandiri kepada wirausaha muda yang berprestasi. Program ini dimulai sejak tahun 2007, sebagai wujud kepedulian Bank Mandiri terhadap pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia. 

Dengan program yang dilakukan Bank Mandiri tersebut  dapat membantu masyarakat Indonesia dalam hal mengurangi pengangguran dan juga meningkatkan kesejahteraan penduduk Indonesia sehingga dapat mengurangi penduduk Indonesia yang miskin.  Dengan semakin meningkatnya wirausahawan yang tangguh maka masalah perekonomian Indonesia dapat diatasi sehingga kita tidak perlu merasa terjajah lagi secara ekonomi di negara kita sendiri.


Tu
lisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya pribadi dan bukan merupakan jiplakan.
 


Saturday, October 20, 2012

Pemerintah, Perhatikanlah Nasib Para Buruh!




Sangat memprihatinkan sekali nasib buruh di Indonesia yang sering melakukan demonstrasi untuk menuntut hak-hak mereka untuk mendapatkan penghidupan yang layak.  Tetapi aspirasi mereka kurang di dengar oleh pihak manajemen perusahaan malah justru para demonstran ini mendapatkan perlakuan kasar  seperti dilempari besi dan batu dan juga disiram oleh air kotor, seperti yang dialami oleh pekerja PT Panarub Dwikarya Benoa (PDB) adalah perusahaan yang memproduksi sepatu dan pakaian olahraga Adidas. Pekerja PT Panarub Dwikarya ini melakukan demonstrasi beberapa bulan setelah terjadi pemberhentian pekerja untuk menuntut uang pesangon dan perbaikan kondisi bekerja seperti yang diberitakan oleh VOA Indonesia pada tanggal 19 Oktober 2012 yang berjudul Pekerja Pabrik Adidas Bentrok dengan Polisi .

Beberapa demonstrasi buruh yang juga diberitakan VOA Indonesia seperti berita VOA Indonesia tertanggal 01 Mei 2012  yang bertajuk SBY Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Buruh dimana ribuan buruh di Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di Gelora Bung Karno, Senayan untuk memperingati hari buruh sedunia. Para buruh menuntut pemerintah mulai menjalankan jaminan kesehatan per 1 Januari 2014 dan jaminan pensiun wajib untuk buruh per 1 Juli 2015. Buruh juga menuntut dituntaskannya revisi Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Nomor 17 Tahun 2005 soal komponen acuan survei kebutuhan hidup layak (KHL), dan menyediakan subsidi bagi buruh, para buruh juga menuntut penghapusan sistem kerja kontrak.

Berita VOA Indonesia tertanggal 12 Juli 2012 yang bertajuk Buruh Tuntut Penghapusan Upah Murah dan Alih Daya dimana sekitar 1.000 buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hari Kamis (12/7) berdemonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia menuntut dihapuskannya upah murah dan sistem alih daya (outsourcing), atau pemindahan pekerjaan (operasi) dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Aksi ini merupakan  reaksi atas keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar yang menerbitkan Permenakertrans baru tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari 46 komponen menjadi 60 komponen. Peraturan itu membuat para pekerja tidak akan bisa hidup layak dan menuntut agar KHL ditambah dari 46 komponen menjadi 86 hingga 122 komponen.

Pada tanggal 03 Oktober 2012 ribuan pekerja pabrik di Cikarang, Jawa Barat  juga ikut berpartisipasi dalam aksi mogok buruh nasional untuk menuntut kenaikan upah dan penghapusan outsourcing.  Aksi mogok kerja para buruh inipun berlangsung sejak Rabu pagi hingga petang di hampir di seluruh kota di Indonesia, khususnya wilayah Jabodetabek. Untuk di Jakarta aksi buruh di sekitar Pulogadung, Kawasan Berikat Nasional Cakung dan Tanjung Priok. Untuk di Bekasi di antaranya di Cibitung, Tambun, Bantar Gebang, dan kawasan industri EJIP Cikarang, serta Karawang dan Tangerang seperti yang diberitakan VOA tertanggal 19 Oktober yang bertajuk Aksi Mogok Para Buruh, Presiden Perintahkan Pelajari Penghapusan Outsourcing.

Masalah demonstrasi para buruh ini sudah lama sekali menjadi masalah di negara kita tetapi apa yang menjadi tuntutan para buruh ini untuk mendapatkan penghidupan yang layak kurang ditanggapi baik oleh pemerintah maupun oleh pengusaha. Bahkan terkadang buruh yang melakukan aksi demonstrasi ini dipecat oleh perusahaan dimana mereka bekerja. 

Saya mempunyai seorang teman yang bekerja di sebuah pabrik milik perusahaan asing. Beberapa tahun yang lalu, sebagian dari buruh pabrik tempat dimana teman saya bekerja tersebut melakukan aksi demonstrasi untuk minta kenaikan upah karena para buruh merasa upah yang diterima tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sekarang ini.  Teman saya ini kebetulan bekerja sebagai staff kantornya jadi dia tidak ikut aksi demonstrasi walaupun ada beberapa teman dikantornya yang juga mendukung para buruh tersebut untuk berdemonstrasi.  Tetapi apa yang menjadi tuntutan buruh itu tidak di dengar oleh pihak perusahaan bahkan perusahaan memecat para buruh yang melakukan aksi demonstrasi dan juga orang-orang kantor yang terlibat dengan aksi demonstrasi tersebut.  Perusahaanpun meminta bantuan pihak kepolisian untuk berjaga-jaga di lingkungan pabrik perusahaan tersebut untuk mencegah para buruh melakukan aksi brutal berupa tindakan pengrusakan ataupun kekerasan.  Hal tersebut dilakukan perusahaan untuk menunjukkan kekuataannya selain untuk memberi pelajaran kepada para buruh yang telah melakukan demonstrasi tersebut juga untuk menakuti para buruh yang tidak melakukan demonstrasi agar di kemudian hari tidak berani melakukan demonstrasi.

Ketika masih kuliah, saya pernah bekerja sebagai mandor di sebuah pabrik makanan selama beberapa bulan, para buruh pabrik tempat dimana saya bekerja sedang merencanakan aksi demonstrasi besar-besaran untuk minta kenaikan upah. Ketika saya tanya apa mereka pernah mengajak dialog para pihak manajeman tentang aspirasi mereka yang minta kenaikan upah dan merekapun menjawab sudah, tapi pihak manajemen tidak menanggapi.  Para buruh itu juga mengatakan kalau dulu pernah ada aksi demonstrasi yang dilakukan beberapa buruh tetapi buruh yang melakukan aksi demonstrasi tersebut akhirnya dipecat.  Dan sayapun bertanya kembali kepada mereka apakah mereka sudah siap dengan segala resikonya seperti dipecat, para buruh ini mengatakan bahwa mereka sudah siap dan para buruh inipun pada saat itu sedang menyusun rencana dan strategi kapan demonstrasi besar-besaran ini akan dilakukan.  Saya tidak begitu mengetahui apakah aksi demonstrasi ini jadi dilakukan atau tidak karena saya sudah mengundurkan diri dari pabrik tersebut. Alasan saya mengundurkan diri karena saya pada saat itu masih kuliah sementara saya harus bekerja sistem shift sehingga kuliah saya menjadi terganggu.  Oleh karena itu saya memutuskan untuk fokus kuliah apalagi saya merasa gaji yang saya terima pada waktu itu kurang layak.

Tidak hanya masalah upah yang seringkali menjadi tuntutan para buruh tetapi juga masalah seperti kontrak kerja yang sangat merugikan pekerja.  Ada seorang teman yang bekerja di sebuah perusahaan sebagai tenaga penjual, pada waktu bekerja teman saya tersebut mengalami kecelakaa. Walaupun kecelakaan yang dialami teman saya itu tidak begitu parah tetapi kakinya mengalami sedikit masalah sehingga teman saya itu belum bisa untuk membawa motor selama beberapa bulan ke depan, padahal pekerjaannya sebagai tenaga penjual mengharuskannya untuk membawa motor tiap harinya.  Akhirnya teman saya itupun dipecat tanpa pesangon walaupun teman saya itu sudah beberapa tahun kerja diperusahaan tersebut.   Perusahaan tempat dimana teman saya bekerja itu memberlakukan sistem kontrak untuk para karyawannya dan sistem kontrak ini  diperpanjang terus-menerus jadi tidak ada pengangkatan sebagai karyawan tetap di perusahaan teman saya tersebut.  Sangat menyedihkan sekali sistem kontrak ini, ketika karyawan masih bisa menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi perusahaan maka karyawan tersebut tetap dipakai tetapi ketika karyawan tersebut tidak lagi bisa produktif karena sakit atau sebagainya maka karyawan tersebut di pecat tanpa menerima pesangon bahkan loyalitas dan pengabdian dari karyawan yang mungkin bekerja sangat lama di perusahaan tidak dihargai karena sistem kontrak tersebut.

Bukan hanya soal upah yang kecil ataupun kontrak kerja saja tapi kalau mau jujur banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan seperti hal dalam pemberian jaminan sosial seperti jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan sosial lainnya  yang tidak diberikan perusahaan kepada karyawannya.  Dan juga pelanggaran jam kerja artinya karyawan bekerja lebih dari waktu yang ditetapkan dalam peraturan ketenaga kerjaan tanpa di hitung lembur.  Belum lagi sistem outsourcing yang semakin marak beredar yang semakin menambah derita para buruh.

Jadi kalau akhir-akhir ini buruh banyak yang berdemonstrasi karena mereka merasa tidak bisa lagi untuk berdialog dengan perusahaan di mana mereka bekerja dan mereka minta pemerintah langsung untuk mengatasi masalah mereka karena pemerintah sebagai pemegang kebijakan yang dapat membuat kebijakan yang berpihak kepada buruh dan tidak hanya berpihak kepada kepentingan pengusaha saja.

Menanggapi maraknya aksi demonstrasi para buruh  maka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan perbaikan kesejahteraan buruh diantaranya penghasilan buruh dinaikkan dari Rp1,3 juta menjadi Rp 2 juta, ada bus untuk buruh di kawasan industri serta akan dibangun rumah sakit dan perumahan untuk buruh, Bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia. (sumber: http://www.voaindonesia.com/content/sby_janjikan_perbaikan_kesejahteraan_buruh/181907.html ).  Dan untuk masalah penghapusan outsourcing Presiden SBY sudah memberikan instruksi kepada Menakertrans untuk segera agar mempelajari tuntutan dari para buruh tentang penghapusan outsourcing tersebut.

Menanggapi instruksi Presiden SBY,  Menakertrans memberikan pernyataan Terkait Tuntutan Demo Pekerja/buruh soal Outsourcing, Pengupahan dan Jaminan social yaitu Ada 3 item penting yang akan menjadi pertimbangan  dalam pelaksanaan outsourcing.  Yang pertama semua pelaksanaan outsourcing harus mengacu dan sesuai dengan undang-undang 13 yaitu bahwa yang boleh dilakukan outsourcing hanya pekerjaan tambahan bukan pekerjaan pokok sehingga pekerjaan inti tidak boleh di outsourcingkan, pekerjaan inti merupakan pekerjaan yang harus dilakukan hubungan kerja langsung antara pengusaha dengan para pekerja melalui perusahaan pengerah tenaga kerja. Ssedangkan pekerjaan tambahan ini didalam undang-undang antara lain ada 5 jenis pekerjaan yang boleh di outsourcing yaitu cleaning service, security, tranportasi, catering dan pekerjaan penunjang penambangan, Selain pekerjaan itu secara pelan dan bertahap harus menyesuaikan dengan undang-undang.  Untuk jaminan sosial yang dikoordinatori oleh Kemenkes salah satu poin yang masih belum tuntas adalah soal jaminan kesehatan iuran dari para pekerja.  Semua warga negara masuk didalam penanganan BPJS. Jaminan pensiun nanti BPJS tenaga kerja penggantinya Jamsostek tahun 2015.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah menerbitkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.13 Tahun 2012 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak yang merupakan penyempurnaan Peraturan Menteri
Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 17/MEN/ VII1/2005. Untuk lebih jelas mengenai Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.13 Tahun 2012 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak baca link iniDalam penyempurnaan permenakertrans baru jumlah jenis kebutuhan yang semula 46 jenis komponen KHL berubah menjadi 60 jenis komponen KHL. Selain itu terdapat 8 jenis penyesuaian/ penambahan jenis kualitas dan kuantitas KHL serta 1 perubahan jenis kebutuhan.  Walaupun masalah KHL ini masih di protes para buruh karena kenaikan dari 46 jenis komponen menjadi 60 jenis komponen KHL masihlah belum layak.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar juga melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Pasar Regional Jatinegara, Jakarta Timur. Survey ini dilakukan untuk memantau harga komponen-komponen KHL sebagai pertimbangan untuk penentuan upah minumum tahun 2013.   Pembahasan penetapan UM 2013 dilakukan secara matang dengan melibatkan semua pemangku kepentingan yaitu pekerja, pengusaha dan pemerintah.  (sumber: http://www.depnakertrans.go.id/news.html,920,naker ).

Apa yang coba dilakukan pemerintah sudah cukup baik menurut saya, tapi saya tetap berharap sebagai masyarakat bahwa pemerintah tetap konsisten dalam melaksanakan dan mengawasi peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan dan terus membuat kebijakan yang juga berpihak kepada kepentingan buruh dan bukan hanya kepentingan pengusaha  dan merevisi kebijakan yang kurang baik dan yang kurang berpihak kepada kepentingan buruh.  Jadi bukan hanya karena para buruh melakukan aksi demonstrasi saja maka pemerintah mulai memperhatikan nasib para buruh tapi seterusnya pemerintah harus terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh sehingga para buruhpun bisa menikmati penghidupan yang layak.

JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->