Minggu, 28 Oktober 2012

Menciptakan Wirausahawan Tangguh Untuk Dapat Membangun Indonesia Mandiri


Indonesia Adalah Negara Yang Subur Dan Mempunyai Kekayaan Alam yang Berlimpah

Indonesia merupakan negara yang sangat subur dan mempunyai kekayaan alam yang begitu berlimpah-limpah dan hal itu membuat Indonesia pada zaman dahulu menjadi sasaran negara-negara Eropa seperti Belanda, Portugis, Spanyol dan Inggris untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia dengan menjajah Indonesia.  Belanda adalah negara yang paling lama menjajah Indonesia yaitu selama 350 tahun, dimana Belanda pada saat itu mengeruk segala kekayaan alam Indonesia mulai dari rempah-rempah, kopi, gula dan sebagainya.  Sementara Belanda pada waktu itu semakin kaya karena hasil bumi dari negara kita, sedangkan penduduk Indonesia sendiri masih tetap miskin dan terbelakang.

Indonesia sekarang memang sudah terbebas dari penjajahan tetapi sebenarnya Indonesia masih terjajah secara ekonomi, salah satu contohnya Provinsi Papua.  Provinsi Papua adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang begitu berlimpah terutama emas dan tembaga.  Hal itulah yang membuat perusahaan pertambangan asing seperti PT Freeport membuka pertambangannya disana.  Tapi yang menjadi masalah adalah masyarakat Papua sendiri tetap miskin dan terbelakang dan ini yang akhirnya menjadi sengketa antara PT Freeport dan masyarakat Papua. Sangat ironis sekali, bukan?

Tingkah Impor Indonesia Masih Tinggi
 

Keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi yang sering kali menjadi alasan tingginya impor kita terhadap barang dari negara lain.

Tingkat impor yang tinggi didominasi oleh raw material (bahan baku) dan capital goods (barang modal) dengan persentase sebesar 93%. Sebaliknya, impor barang konsumsi terbilang kecil, yaitu 7%. Secara rata-rata, impor barang modal tumbuh sebesar 33,9% setiap bulannya, tepatnya mulai Januari hingga Agustus 2012, bila dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara impor barang konsumsi hanya meningkat sebanyak 5,4% di periode yang sama. ( sumber: bisniskeuangan.kompas.com  berita tanggal 27 Oktober 2012)

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Masih Cukup Tinggi

Menurut data BPS tingkat pengangguran di Indonesia sampai bulan Februari yaitu 7,61 juta orang  dari 120,4 juta angkatan kerja yang ada di Indonesia berarti lapangan pekerjaan baru menyerap 6,32 %.  Pengangguran ini disebabkan oleh kapasitas lapangan pekerjaan yang masih belum bisa menampung semua jumlah angkatan kerja di Indonesia dan juga disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan keterampilan dari angkatan kerja itu sendiri untuk memenuhi standar dan kualifkasi perusahaan untuk suatu bidang kerja. Pengangguran juga adalah satu faktor penyebab terjadinya kemiskinan di Indonesia.

kuli angkut barang (doc. pribadi)


Menurut data BPS jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret  2012 mencapai 29,13 juta orang (11,96 persen). Kemiskinan ini akhirnya membuat banyak anak usia sekolah yang berhenti sekolah demi membantu perekonomian keluarganya.  Pekeja anak di Indonesia saat ini jumlahnya mencapai 1,7 juta anak yang kebanyakan berumur 15 hingga tahun berdasarkan data dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).   

Mandiri Edukasi, Komitmen Bank Mandiri pada Dunia Pendidikan
  
Untuk menyeselesaikan masalah-masalah di atas maka sangat dibutuhkan pendidikan yang berkualitas karena dengan pendidikan dapat menciptakan manusia cerdas yang kreatif dan inovatif dan juga mandiri sehingga dapat membangun bangsa Indonesia menjadi negara yang maju. 

Bank Mandiri memiliki program Mandiri Edukasi di 198 sekolah serta 13 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program tersebut diikuti oleh 19.800 siswa SD, SMP, dan SMA serta 6.500 mahasiswa. Selain menggelar edukasi, Bank Mandiri juga memberikan bantuan buku perpustakaan di sekolah dasar dan lanjutan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan pelajar di bidang perbankan.  Mandiri Edukasi yang dilakukan adalah untuk mempertegas komitmen Bank Mandiri terhadap peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.


Bank Mandiri juga menyalurkan beasiswa Mandiri Prestasi sebesar Rp12,4 miliar bagi 260 mahasiswa dari 13 perguruan tinggi. Selain itu, Bank Mandiri membantu pengadaan buku perpustakaan untuk 198 sekolah senilai total Rp990 juta. (sumber: artikel Bank Mandiri.co.id tertanggal 11 Oktober 2012).

Menciptakan Wirausahawan Tangguh

Tingginya tingkat impor harus dapat memacu investasi dan produktivitas industri dalam negeri untuk terus tumbuh dan berkembang. Produktivitas ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga lapangan kerja baru dapat tercipta. Dengan terciptanya lapangan kerja baru, maka diharapkan tingkat pengangguran di Indonesia akan menurun.

Untuk memacu investasi dan produktivitas industri dalam negeri untuk terus tumbuh dan berkembang maka diperlukan wirausahawan yang tangguh.  Bank Mandiri yang mempunyai komitmen dalam menciptakan pewirausaha tangguh yang dapat mendorong pertumbuhan perekonomian Tanah Air menggelar kuliah terbuka tentang kewirausahaan dengan tema "Mahasiswa, Bisnis dan Masa Depan” yang diikuti seribu mahasiswa ini digelar di Surabaya, pada tanggal 31 Mei 2012 yang lalu.

Program Wirausaha Muda Mandiri merupakan bentuk kepedulian Bank Mandiri sekaligus dukungan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Pencarian bibit wirausaha muda baru dilakukan melalui pelaksanaan modul kewirausahaan di perguruan tinggi negeri dan swasta, pemberian beasiswa wirausaha, pelaksanaan workshop dan penganugerahan. Sedangkan pembinaan berwirausaha dilakukan melalui pendidikan berwirausaha, pendampingan berwirausaha dan promosi.Wirausaha Muda mandiri merupakan program unggulan karena diyakini mampu mengubah cara pandang mahasiswa tentang wirausaha, menjadikan sektor UMKM sebagi sektor idaman untuk berkarya, meningkatkan kualitas dan jumlah usaha kecil. Program ini juga dapat meningkatkan peran perbankan dalam menggerakkan sektor UMKM sebagai pilar dan penggerak perekonomian bangsa. (sumber: Artikel WirausahaMandiri.co.id  tertanggal 31 Mei 2012) 


Bank Mandiri juga menyelenggarakan pendidikan wirausaha dan pendidikan wirausaha ini harus diikuti tidak hanya oleh para mahasiswa, namun juga para dosen.  Dosen dan para pengajar perlu mendapat pelatihan khusus, karena selama ini untuk menjadi wirausaha hanya mengandalkan learning by doing. Berdasarkan kenyataan itu, Bank Mandiri memfasilitasi dosen-dosen kewirausahaan dengan Training of Trainer untuk membekali mereka dalam menggunakan modul kewirausahaan mandiri. Selain itu Bank Mandiri juga menciptakan dosen untuk menjadi seorang business coach yang baik bagi mahasiswa - mahasiswanya yang sedang & akan berwirausaha. Untuk mencapai kesamaan mindset tersebut diperlukan tolok ukur yang merata dan menjadi standar semua lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya pada pendidikan tinggi. “Modul kewirausahaan telah dibuat dan terus disempurnakan yang difasilitasi Bank Mandiri, bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, dan Institut Teknologi 10 November Surabaya. (sumber: Artikel WirausahaMandiri.co.id  tertanggal 26 Januari 2010).
 
Bank Mandiri juga mempunyai Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri yang merupakan program pemberian penganugerahan persembahan Bank Mandiri kepada wirausaha muda yang berprestasi. Program ini dimulai sejak tahun 2007, sebagai wujud kepedulian Bank Mandiri terhadap pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia. 

Dengan program yang dilakukan Bank Mandiri tersebut  dapat membantu masyarakat Indonesia dalam hal mengurangi pengangguran dan juga meningkatkan kesejahteraan penduduk Indonesia sehingga dapat mengurangi penduduk Indonesia yang miskin.  Dengan semakin meningkatnya wirausahawan yang tangguh maka masalah perekonomian Indonesia dapat diatasi sehingga kita tidak perlu merasa terjajah lagi secara ekonomi di negara kita sendiri.


Tu
lisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya pribadi dan bukan merupakan jiplakan.
 


2 komentar:

catatan-r10.com mengatakan...

perusahaan top memang harus begitu, turut serta membangun masyarakat/negara

Amazing mengatakan...

yup benar sekali... perusahaan top apalagi bumn harus ikut membantu pembangunan negara kita

JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->