Selasa, 20 November 2012

Mobil Nasional Yang Siap Bersaing dengan mobil

Sejak 20 tahun yang lalu Indonesia sebenarnya sudah mulai merintis pembuatan mobil nasional tapi banyak diantaranya mengalami kegagalan yang disebabkan oleh karena stop produksi ataupun karena kebangkrutan. Berikut beberapa mobil nasional yang mengalami kegagalan seperti yang dikutip dari oto.detik.com adalah sebagai berikut: 

1.  Maleo

Mulai dikembangkan pada 1993, proyek Maleo dimulai ketika pemerintah harus memiliki mobil nasional yang khas nusantara. Saat itu IPTN pun ditunjuk untuk mewujudkannya. Bekerjasama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia IPTN, mobil yang dibidani oleh menristek BJ Habibie ini sukses membuat 11 rancangan mobil sampai tahun 1997. Namun sayangnya, proyek ini terbengkalai saat reformasi tiba.

2.  Beta 97 MPV

Dibuat pada tahun 1994 oleh Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers. Bakrie ketika itu ingin menjadikan Beta 97 MPV sebagai mobil nasional. Untuk itu, Bakrie pun meminta bantuan rumah desain Shado asal Inggris untuk menciptakan desain awal mobil ini.

Pada bulan April 1995 desain Beta 97 MPV pun telah selesai dan mulai diperlihatkan ke manajemen Bakrie. Setelah itu, desain tersebut langsung dikembangkan sampai prototipe mobil ini selesai di tahun 1997.

Bakrie juga sudah mulai menyiapkan segala aspek pendukung mobil ini mulai dari perakitannya hingga ke persiapan anggaran produksi untuk memenuhi jadwal peluncuran mobil yang sesungguhnya disiapkan pada bulan Desember 1997. Tapi sayang, krisis ekonomi menenggelamkannya sebelum terbang.

3.  Timor

Timor adalah merek mobil yang dijual Indonesia pada pertengahan tahun 1990 yang merupakan rebadged mobil dari Korea Selatan, Kia Sephia. Timor adalah kepanjangan dari 'Teknologi Industri Mobil Rakyat', dan nama lengkap perusahaannya adalah Timor Putra Nasional. Perusahaan ini dimiliki oleh Tommy Soeharto, anak dari mantan presiden Soeharto.

Mobil ini dimaksudkan sebagai mobil nasional Indonesia, seperti Proton di negara Malaysia. Karenanya, mobil merek Timor dibebaskan dari pajak-pajak dan bea lainnya yang biasa dikenakan pada mobil-mobil lain yang dijual di Indonesia. Setelah krisis ekonomi Asia yang menyebabkan Kia Motors pada tahun 1997 bangkrut (pada tahun 1998 dibeli oleh Hyundai), dan keruntuhan rezim Soeharto, maka proyek Timor juga ditutup.

4.  Bimantara

Sama seperti Timor, Bimantara adalah sebuah proyek mobil nasional yang digalang oleh keluarga Cendana. Bila Timor disokong oleh Tommy, Bimantara dibangun oleh Bambang Trihatmojo.

Tapi bila Timor menggandeng KIA sebagai partner, Bimantara memilih untuk menggandeng Hyundai. Tapi karena krisis, Bimantara pun ikut tenggelam.

5.  MR 90

Mobil ini merupakan proyek nasionalisasi Mazda 323 Hatchback oleh PT Indomobil, model terakhir dari upaya ini adalah Mazda Van tren pada tahun 1994.

6.  Kalla Motor

Kalla Motor pernah menciptakan mobil kecil bermesin 500 cc sebagai calon mobil produksi Indonesia. Tidak dketahui kenapa tidak jadi diproduksi.

7. Texmaco Macan

Macan adalah Kendaraan berjenis minibus atau MPV dengan kapasitas mesin 1.800 cc dari PT. Texmaco. Dalam mengeluarkan mobil ini PT. Texmaco menggandeng Mercedes Benz, tercatat satu unit prototype sudah dipamerkan di arena pekan Raya Jakarta pada pertengahan tahun 2001, tapi belum sempat diproduksi masal PT. Texmaco bangkrut karena krisis moneter pada 1997-1998.

8. Gang Car

Gang Car adalah sebuah mobil mini berkapasitas 2 orang buatan PT. DI yang ditenagai mesin 125-200 cc. Mobil ini didesain berukuran cukup kecil sehingga bisa beroperasi di gang-gang sempit di daerah perkotaan (maka dari itu dinamakan Gang Car). Proyek ini tidak pernah terdengar lagi kabarnya sejak tahun 2003 setelah PT.DI dilanda kemelut dan merumahkan 9000-an karyawannya.

Walaupun usaha untuk mengembangkan mobil nasional mengalami banyak kegagalan ternyata tidak menyurutkan putra-putra Indonesia terus berinovasi untuk memproduksi mobil nasional apalagi pemerintah sangat mendukung sekali pembuatan mobil nasional bahkan pemerintah menjanjikan akan memiliki mobil nasional pada tahun 2014 nanti.
Mobil nasional yang memenuhi standarisasi dan mengantongi izin pemerintah untuk diproduksi massal adalah sebagai berikut:

1.  Kancil


http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/10/kancil.jpg?w=300&h=225 

Kancil (singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didisain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT. KANCIL (singkatan dari Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari).

Mobil yang disiapkan untuk menjadi pengganti Bajaj/bemo ini menggunakan mesin 250 cc yang mampu melaju hingga 70 km/jam.



2.  Tawon


Mobil Nasional AG-Tawon adalah karya anak SMK di banten yang diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang lokasi industrinya di Rangkasbitung - Banten. Mobil ini mampu melahap berbagai jenis bahan bakar mulai dari bensin dan atau bahan bakar gas CNG dan sudah memenuhi standarisasi Euro3.

Kapasitas mesin Tawon sebesar 650 cc, 4 Percepatan transmisi manual yang dapat dipacu hingga kecepatan 100 km/jam. Mobil ini mulai dikembangkan sejak tahun 2007, dan diproduksi sejak tahun 2009, serta mengandung 90% Kandungan Lokal.

Sejumlah koperasi di beberapa tempat telah memesan mobil Tawon. Mobil yang pertama kali diciptakan pada 2007 tersebut juga telah menjadi kendaraan dinas di Dinas Perdagangan dan Sekretariat Daerah Provinsi Banten. 
Mobil ini memiliki tiga varian, yakni mobil city car yang dinamai Tawon, mobil pick-up yang dinamai Transformer, serta mobil penumpang dan barang yang bisa diproyeksikan sebagai angkutan umum dan pribadi bernama Metro Tawon. ( Republika.co.id )


3.  Esemka

 

Mobil nasional berikutnya adalah Esemka. Esemka mengambil nama dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mobil ini sebenarnya merupakan mobil rakitan karya siswa-siswi SMK.

Nama-nama merek Esemka berbeda-beda tergantung SMK mana yang membuatnya. Ada Didgaya, Rajawali, dan lainnya dengan model berbeda-beda mulai dari SUV, MPV dan pikap kabin ganda.

Esemka pertama kali muncul ke publik pada 2009 lalu saat sebuah event di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mesinnya menggunakan mesin 1.500 cc yang berawal dari mesin Timor, namun dimodifikasi sendiri oleh Esemka. Karena berbagai keterbatasan, beberapa parts kendaraan diambil dari mobil yang sudah beredar di Indonesia. Seperti lampu depan, dashboard, dan lampu belakang.

Mobil ini langsung menarik minat publik, karena desainnya sudah sangat bagus. Terakhir mobil ini juga menjadi sorotan di awal tahun 2012 menyusul keputusan Walikota Surakarta Joko Widodo yang menggunakan mobil ini sebagai mobil dinas. 

Puluhan mobil ESEMKA karya para pelajar SMK dari 33 daerah di Indonesia dipamerkan di Solo (10/11). Beberapa diantaranya sudah mengantongi ijin pemerintah untuk diproduksi massal dan bersaing dengan mobil impor.


4.  GEA

GEA adalah mobil produksi PT. INKA (Industri Kereta Api) yang mulai diproduksi tahun 2011 dengan kapasitas mesin 650 cc. GEA Inka dipasarkan dengan harga antara Rp 60 juta perunit.  Hingga tahun 2012 pesanan untuk produk GEA mencapai ratusan unit yaitu dari koperasi angguna di Surabaya sebanyak 250 unit dan pesanan dari Pemerintah provisin Sulawesi Selatan sebanyak 250 unit tetapi GEA baru menyanggupi sebanyak 50 unit karena keterbatasan kemampuan produksi ( kompas.com )


 GEA Inobus juga sudah lulus uji dari Kementrian Perhubungan




 
Inobus adalah sebuah Bus yang diproduksi PT.INKA akan digunakan sebagai bus gandeng TransJakarta.
 
Diharapkan mobil nasional tersebut mampu bersaing dengan mobil impor seperti Tata Nano yang akan masuk Indonesia di tahun 2013.   Mobil tata nano adalah mobil buatan India yang merupakan mobil termurah di dunia

Tidak ada komentar:

JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->