Friday, January 10, 2020

Ber Transaksi Non Tunai Membuat Hidupku Lebih Mudah

Saya hanya seorang pegawai swasta biasa, sebelum saya memulai untuk ber dagang online saya banyak melakukan transaksi dengan menggunakan uang tunai. Sebelumnya saya menggunakan pembayaran non tunai hanya ketika saya berbelanja online atau membeli tiket pesawat, dimana saya melakukan pembayarannya melalui ATM.

Tetapi setelah saya mulai berjualan online saya mulai melirik untuk mendaftar internet banking dan mobile banking karena transaksi melaui internet banking atau mobile banking memudahkan saya untuk mengecek mutasi bank dan melihat apakah transfer dari pembeli sudah masuk. Tentu saja menggunakan transaksi non tunai melalui internet banking ataupun mobile bangking lebih praktis dan saya tidak perlu repot harus pergi bolak-balik ke tempat mesin ATM.  

Awal bulan Juli kemarin saya pergi liburan dengan beberapa teman saya ke beberapa kota seperti Bandung, Jogja, dan Jakarta. Berhubung itu merupakan libur lebaran tentu saja marak dengan tindak kejahatan karena itu sayapun hanya sedikit membawa uang tunai. Semua transaksi yang saya lakukan banyak menggunakan transaksi menggunakan non tunai mulai dari pembelian tiket pesawat PP Palembang-Jakarta dan memesan Hotel atau Penginapan melalui Traveloka, pembelian tiket Kereta Api PP Bandung-Jogja secara online melalui situs kereta api. Dan belanja keperluan seperti air mineral botolan, biscuit,tisu dll di Alfa Mart atau Indo Maret dengan menggunakan kartu debit, makan di restoran yang bisa menerima pembayaran melaui kartu debit. Hanya makan di warteg ataupun warung kecil yang masih menggunakan pembayaran dengan uang tunai.

Akhir bulan September kemarin juga saya pergi liburan ke Korea dengan menggunakan tour, karena semua akomodasi mulai dari hotel, transportasi, makan, biaya ke tempat-tempat wisata dll semua sudah telah dipersiapkan tour maka itu mengurangi saya membawa  uang tunai. Hanya tiket pesawat PP Palembang- Jakarta saya beli sendiri itupun melalui skyscanner karena saya ikut tour dari Jakarta jadi berangkat ke Korea nya dari Jakarta. Uang tunai yang saya bawa tidak banyak, hanya untuk keperluan membeli oleh-oleh, membayar tipping tour leader dan guide tour.  Karena saya membawa uang tunai tidak banyak saya tidak lupa membawa Atm saya yang bisa saya gunakan tarik tunai di Korea karena kartu dengan logo Master Card, Visa dan Cirrus merupakan kartu yang paling gampang digunakan dan diterima secara luas di seluruh Korea. Biaya tarik uang tunai melalui Atm di Korea berkisar Rp. 30,000.

Saya banyak melaukan transaksi non tunai melalui internet banking, mobile banking seperti pembayaran BPJS Kesehatan, bayar lisrtik, PDAM, pembelian pulsa, membeli tiket pesawat, tiket kereta api. Sementara untuk belanja online terkadang saya melakukan pembayaran dengan kartu kredit terkadang melalui internet banking. Sedangkan belanja di Mall, Supermaket, makan di Restoran atau cafe saya baru menggunakan kartu debit.

Penggunaan uang tunai se hari-hari yang saya lakukan adalah apabila saya belanja di pasar tradisonal dan warung kecil dan juga untuk transportasi seperti naik angkutan umum (saya pengguna angkutan umum untuk transportasi sehari-hari) bahkan naik TransMusipun masih memakai uang tunai untuk membeli karcisnya. Dulu TransMusi sempat menggunakan kartu tetapi  karena melonjaknya penumpang maka banyak alat tappingnya tidak layak pakai sehingga sampai sekarang penggunaan kartu pada Transmusi masih belum bisa jalan. Saat ini Badan Usaha Milik Daerah PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya selaku pengelola Bus Rapid Transit TransMusi menyiapkan infrastruktur alat pembayaran memakai kartu seperti yang dilakukan layanan bus TransJakarta.

PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi informatika MDP untuk penyediaan alat tapping yang baru supaya ke depannya kartu Transmusi bisa dilaksanakan.  Jika penggunaan kartu transmusi bisa jalan maka semakin berkuranglah uang tunai yang saya gunakan.


Manfaat yang saya rasakan dengan bertransaksi non tunai adalah sebagai berikut:
  1. Keamanan lebih terjamin  Kena kita tidak perlu membawa uang tunai yang banyak untuk pergi ke mana-mana, tentu saja ini membuat kita lebih aman dari bahaya seperti kerampokan, kecopetan, kehilangan karena lalai dan sebagainya.
  2.  Lebih praktis Jelas sangat praktis sekali karena mudah sekali melakukan transaksi non tunai dan juga tidak perlu direpotkan dengan menghitung uang secara manual. Kalau uangnya sedikit mungkin tidak masalah untuk menghitungnya tapi kalau uangnya sangat banyak tentu saja membuat repot.
  3.  Lebih Efisien Tentu saja dengan melakukan transaksi non tunai seperti pengiriman uang atau pembayaran membuat lebih Efisien dalam soal waktu karena saya hanya cukup duduk di tempat saya dan membuka hp dan melakukan transaksi  melalui internet banking atau mobile banking dimana proses transaksinya hanya memakan waktu beberapa menit saja apabila saluran internet bagus. Saya tidak perlu antre, tidak perlu mengalami kemacetan di jalan dan sebagainya. Oleh karena tidak perlu datang ke tempatnya untuk melakukan transaksi maka transaksi non tunai bisa efisiensi dalam soal biaya sepertin ongkos angkutan umum (untuk pengguna transportasi umum seperti saya)
  4.   Lebih Produktif Buat saya dengan adanya transaksi non tunai membuat saya lebih produktif artinya saya bisa mencari penghasilan tambahan dengan berjualan online. Sejak kemajuan teknologi maka marak bisnis-bisnis online mulai dari skala kecil sampai besar. Dan siapapun sekarang dapat menjadi penjual online.  Ini terjadi sejak ada kemudahan transaksi dengan menggunakan Non Tunai
  5.  Lebih terkontrol Setiap transaksi Non Tunai mempunyai bukti yang jelas bisa merupakan struk, bukti faktur yang dikirim ke email kita dan lain sebagainya jadi kita bisa mengontrol keadaan keuangan kita dalam satu bulan.

Indonesia belum seperti negara-negara maju lainnya yang telah menjadi negara Less Cash Society, oleh karenanya  Bank Indonesia pada 14 Agustus 2014 mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (Smart Money Wave ) dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen nontunai, sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang bertransaksi nontunai dengan menggunakan instrumen nontunai (Less Cash Society/LCS) dalam kegiatan ekonominya.

Jenis-jenis instrumen pembayaran Non Tunai
Ada beberapa jenis transaksi non tunai, antara lain sebagai berikut:
1. Berbasis warkat (paper based)
Warkat adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu bank sebagi instrumen penarikan dana nasabah yang memiliki fasiltas Rekening giro/Rekening koran, berupa Cek, Bilyet Giro, dan Nota Debit.
Cek adalah surat perintah pembayaran tidak bersyarat untuk membayarkan sejumlah uang yang tertulis pada cek kepada orang yang namanya tertera pada cek.
Bilyet Giro adalah surat perintah pembayaran bersyarat kepada bank penerbit agar memindahbukukan sejumlah dana kepada pihak penerima yang nama dan nomor rekeningnya disebutkan, pada bank penerima dana.
Nota Debit adalah warkat yang dipergunakan untuk menagih sejumlah dana pada bank lain untuk dimasukkan ke rekening nasabah bank yang menyampaikan warkat tersebut.
2. Dalam bentuk kartu
Berupa kartu kredit, kartu debet (ATM), Kartu Prabayar (prepaid), Uang Elektronik (e-money).
Kartu Kredit adalah kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank dan sejenisnya untuk memungkinkan pembawanya mmebeli barang-barang yang dibutuhkan secar hutang.
Kartu Debit/ ATM adalah kartu elektronik yang diberikan oleh bank yang kepada pemilik rekening yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara elektronis seperti mengecek mutasi rekening, saldo, mentransfer uang dan lain- lain serta mengambil uang dari mesin ATM. 
Uang elektronik (e-money) adalah uang yang digunakan dalam transaksi Internet dengan cara elektronik. Biasanya, transaksi ini melibatkan penggunaan jaringan komputer (seperti internet dan sistem penyimpanan harga digital). Electronic Funds Transfer (EFT) adalah sebuah contoh uang elektronik.

e- money ada yang berbasis chip dan ada yang berbasis server Uang elektronik berbasis chip based, diterbitkan oleh beberapa perusahaan, antara lain:
1. Flash (BCA)
2. E-Money (Bank Mandiri)
3. Brizzi (BRI)
4. BNI Tap Cash (BNI)
5. Megacash (Bank Mega)
6. Nobu E-Money (Bank Nobu)
7. Jakcard (Bank DKI)
8. Skye Mobile Money (PT Sky Sab Indonesia)
Sementara, penerbit uang elektronik berbasis server, antara lain:
1. Rekening Ponsel (Bank CIMB Niaga)
2. Dompetku (Indosat)
3. Tcash (Telkomsel)
4. Finpay (Finnet)
5. Doku (Nusa Inti Arta)
6. XL Tunai (XL Axiata)
7. Mynt E-Money (Artajasa)
8. Delima (Telkom)
9. BBM Money (Bank Permata)

Produk Uang Elektronik ( Foto: Bank BI)


Berbagai manfaat dapat dirasakan dengan bertransaksi non tunai secara global adalah:

Pertama, kepraktisan bertransaksi dan keamanan dalam membawa instrumen non tunai dibandingkan dengan uang tunai.
Kedua, efisiensi biaya antara biaya produksi instrument nontunai dengan biaya pencetakan, peredaran serta pengelolaan uang tunai tunai.
Ketiga, pencatatan transaksi secara otomatis sehingga memudahkan dalam menghitung aktivitas ekonomi. Hal tersebut tentu dapat mencegah underground economy yang umumnya dilakukan dalam bentuk tunai. Keempat, penggunaan alat pembayaran non tunai juga akan meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian (velocity of money).

Setelah menyadari banyak manfaat dari menggunakan transaksi non tunai maka sebagai warga negara Indonesia kita mulai membuat perubahan dari masing-masing individu untuk mulai membiasakan diri dengan melakukan transaksi non tunai.

Khususnya bagi generasi muda yang sangat inovatif dan cepat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, Ayo menjadi pelopor untuk menciptakan Less Cash Society di lingkungan sekitarnya

No comments:

JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->