Rabu, 10 Oktober 2012

PLN Yang Bersih Dan Dapat Melaksanakan komitmennya Untuk Memberikan Layanan Terbaik Kepada Pelanggan



sumber:http://plnbersih.com

Beberapa tahun yang lalu saat PLN sering mengadakan pemadaman aliran listrik secara berganti-gantian, yang disebabkan oleh krisis daya menyebabkan banyak masyarakat Indonesia sering protes termasuk saya karena saya merasa sangat terganggu apabila aliran listrik dipadamkan pada saat saya sedang bekerja di kantor.  Hal ini dikarenakan di kantor saya tidak ada mesin genset yang menjadi cadangan apabila aliran listrik padam sehingga pekerjaan saya di kantor menjadi terganggu.  Apalagi pemadaman aliran listrik itu kadang-kadang berlangsung lama bahkan pernah listrik padam dari pagi sampai sore sehingga akibat pemadaman aliran listrik yang sering tersebut benar-benar menghambat pekerjaan saya di kantor.  Tidak hanya dikantor tapi juga aktivitas di rumahpun menjadi terganggu akibat dari seringnya pemadaman listrik.

Tidak hanya masalah pemadaman listrik yang menjadi keluhan pelanggan tapi juga masalah pembayaran yang sering kali tidak sesuai dengan pemakaian listrik pelanggan.  Saya mempunyai tetangga yang pernah membayar listrik sampai satu juta lebih yang biasanya dia hanya membayar perbulannya rata-rata seratus ribuan.  Tetangga saya itupun mengadu kepada petugas PLN dan walaupun pengaduan itu diterima tapi tetangga saya tetap harus membayar sejumlah tagihan yang diadukan tersebut dengan alasan pembayaran itu sudah berlaku sah untuk pembayaran bulan yang bersangkutan jadi pengaduan pelanggan itu diproses untuk pembayaran listrik bulan berikutnya baru ada kesesuaian dengan pemakaian listrik pelanggan. Ada juga tetangga saya yang pembayaran listriknya naik turun, misalkan bulan ini tetangga saya membayar listrik lebih rendah dari biasanya tetapi bulan berikutnya listrik yang harus di bayarkan oleh tetangga saya itu lebih tinggi dari biasanya.  Pembayaran listrik pelanggan yang tidak menentu setiap bulannya itu memberikan kesan kepada pelanggan bahwa petugas pencatat meter tidak mencatat kwh meter milik pelanggan jadi mereka hanya menentukan secara asal pemakaian listrik pelanggan.

Selain itu ada juga masih banyak pelanggan yang mencuri daya listrik sehingga walaupun pemakaian listrik pelanggan itu banyak tapi bayaran mereka tetap kecil.  Terjadinya pencurian daya listrik ini disebabkan oleh kurangnya pengecekan dari petugas PLN padahal pencurian daya listrik itu sebenarnya berbahaya karena bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.  Dan kalaupun ada pelanggan yang kedapatan mencuri daya listrik biasanya agar listrik mereka tidak diputus dan mereka juga tidak harus membayar mahal kerugian daripada PLN maka kadang kala terjadi kesepakatan antara oknum petugas PLN dan pelanggan sehingga bayaran listrik pelanggan yang mencuri daya itu tidak begitu mahal asal pelanggan mau membayar sejumlah uang yang diminta oleh oknum petugas PLN.

Penambahan daya listrik juga sering dijadikan percaloan oleh oknum petugas PLN, sebagai contoh saya mempunyai kerabat yang tinggal di kota bumi, Lampung pada bulan Juli 2012, kerabat saya ini menambah daya listrik dari 900 VA menjadi 1300VA dengan biaya Rp900.000, sepengetahuan saya untuk menambah daya listrik dari 900 VA menjadi 1300 VA adalah sebesar Rp300.000, dan menambah daya dari 1300  VA ke 2200 VA sebesar Rp675.000. Praktek percaloan yang masih terjadi tersebut tentu saja sangat merugikan konsumen.

PT PLN benar-benar serius untuk mengatasi permasalahan yang ada, dan membenahi manajemennya, ini terbukti dengan teratasi masalah pemadaman aliran listrik secara bergantian sehingga sekarang yang saya lihat jarang sekali aliran listrik padam kecuali jika ada kerusakan-kerusakan tertentu.  Dan juga masalah pembayaran listrikpun saya sudah jarang mendengar ada yang membayar listrik sangat tinggi yang tidak sesuai dengan pemakaian pelanggan dan masih banyak lagi-lagi masalah-masalah dari keluhan pelanggan yang telah diatasi oleh PT.PLN dalam rangka mewujudkan komitmen implementasi tata kelola perusahaan yang baik.
PT PLN juga mengadakan Workshop Nasional dengan tema “Menuju Pelayanan Jasa Kelistrikan yang Bebas Korupsi”. pada tanggal 28 September 2012 yang lalu, PLN bersama Transparency International Indonesia (TII) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Workshop Nasional ini diikuti para peserta seperti YLKI, Yayasan Lembaga Konsumen Daerah (Medan, Menado, Semarang, Lampung, Ponorogo, Balikpapan, Kupang, Makassar, Palembang), pelanggan PLN golongan bisnis dan rumah tangga, dan mitra kerja PLN (AKLI, AKLINDO, PAKLINA, Asosiasi Surveyor, Jasa Outsourcing) dan vendor pelayanan pelanggan serta kalangan internal PLN. Tujuan workshop adalah untuk memperoleh masukan dari kalangan stakeholders yang terkait langsung dengan pelayanan jasa kelistrikan untuk mewujudkan pelayanan jasa kelistrikan yang bebas korupsi dan juga merumuskan rekomendasi-rekomendasi penyederhanaan birokrasi dalam proses pelayanan pelanggan.
Workshop Nasional  merupakan bagian dari program PLN “bersih” telah bekerjasama dengan TI Indonesia selama satu tahun untuk memperbaiki sistem pengadaan barang/jasa di PLN untuk meminimalisir korupsi, penerapan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) di PLN dan rekanan dengan menggunakan strategi aksi bersama mencegah korupsi dan pelayanan publik yang lebih baik dan tepat waktu.

Dan juga untuk semakin mencegah terjadinya korupsi, percaloan maka PLN sekarang telah memberikan layanan online yang memudahkan pelanggan dalam hal mendapatkan info menyeluruh tentang PLN dan produknya dan juga layanan listrik pintar (prabayar) dimana prosedurnya mirip dengan pengisian pulsa dimana pelanggan terlebih dahulu membayar atau membeli energi listrik yang dikonsumsinya.  Besar energi listri yang telah dibeli pelanggan dimasukkan ke dalam Meter Prabayar yang terpasang di lokasi pelanggan melalui sistem “token” (pulsa) atau stroom.  Salah satu keuntungan dengan menggunakan layanan listrik pintar ini adalah memudahkan pelanggan mengoptimalkan konsumsi listrik dengan mengatur sendiri jadwal dan jumlah pembelian listrik dan juga pelanggan tidak perlu berurusan dengan pencatatan meter yang biasanya dilakukan setiap bulan, dan tidak perlu terikat dengan jadwal pembayaran listrik bulanan.

Jadi harapan saya untuk PLN agar PLN dapat memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dan PLN bersih dengan bebas korupsi dan percaloan dan juga diharapkan PLN dapat sering mengadakan layanan gratis  penambahan daya listrik gratis bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA yang naik daya ke 1300 VA atau 2.200 VA seperti yang pernah dilakukan PLN bulan Maret hingga Juni 2011 kemarin. Dan juga diharapkan program listrik pra bayar ini dapat memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam pelaksanaannya dan juga dapat membuat efisien dalam segala hal termasuk biaya sehingga diharapkan kenaikan tarif dasar listrik yang biasanya naik hampir tiap tahunnya ini besar kenaikannya dapat dikurangi atau bahkan tidak naik sama sekali untuk rumah tangga yang dayanya sampai dengan 1300 VA sehingga tidak memberatkan masyarakat Indonesia terutama masyarakat Indonesia yang miskin. Saya yakin dengan segala program yang telah dilakukan PLN maka akan terjadi efisiensi biaya sehingga apa yang saya harapkan dari PLN itu mudah-mudahan bisa terealisasi.

Tidak ada komentar:

JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->