Selasa, 17 Juli 2012

Menjadi seorang Pendidik yang berkualitas


Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia dan juga dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat karena dengan pendidikan dapat menciptakan SDM-SDM yang berkualitas yang dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan juga mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompleks dan mempunyai tuntutan kinerja yang tinggi terhadap setiap SDMnya.

Peluang untuk berkarier di dunia pendidikan
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan pendidikan dan semakin sadarnya Penduduk Indonesia akan pendidikan maka semakin meningkat pula perkembangan sekolah-sekolah di Indonesia, mulai dari sekolah formal ataupun informal, dan mulai dari pendidikan usia dini sampai pendidikan tertinggi, ini berarti kebutuhan akan tenaga Pendidik atau Pengajar semakin bertambah banyak.  Oleh karena itu semakin banyaknya peluang untuk berkarier di di dunia pendidikan.



 

Pengertian Pendidik atau Pengajar itu sendiri seperti yang dikutip dari Wikipedia adalah tenaga kependidikan yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus sebagai profesi pendidik. Pendidik mempunyai sebutan lain sesuai kekhususannya yaitu:
  • Guru
  • Dosen
  • Konselor Pamong belajar (contoh SMP Terbuka )
  • Widyaiswara
  • Tutor
  • Instruktur
  • Fasilitator
  • Ustadz, dan sebutan lainnya.
Jadi untuk berkarier di dunia pendidikan banyak sekali pilihan, ingin memilih menjadi guru TK, SD, SMP, SMA, ataupun menjadi dosen dan sebagainya. Pilihan tersebut semuanya itu tergantung dengan individu masing-masing, tapi yang jelas apapun sebutannya, entah itu guru, Dosen, Konselor dan lain sebagainya, seorang pendidik tetaplah seorang pendidik yang mempunyai tugas yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa.
Kalau dulu menjadi seorang Guru atau Pendidik, identik dengan gaji yang kecil dan hidup sederhana atau pas-pasan sehingga pada masa itu sedikit sekali orang yang bercita-cita menjadi seorang Guru atau Pendidik. Tetapi beberapa tahun ini Pemerintah mulai memperhatikan kesejahteraan Pendidik dalam hal ini Guru atau Dosen dengan mengadakan sertifikasi kepada Guru atau Dosen yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun Swasta.  Bagi Guru yang sudah mendapatkan sertifikasi akan mendapatkan tunjangan sertifikasi, sehingga kesejahteraan tenaga Pendidikpun mulai meningkat.
Dan bagi Pendidik yang bukan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun tetap dapat sejahtera karena sekarang banyak sekali sekolah-sekolah terkenal yang bagus dan bermutu dan biasanya sekolah-sekolah ini menghargai kinerja Pendidiknya dengan memberikan penghasilan yang baik kepada tenaga pendidiknya.  Tetapi bagi Pendidik yang bekerja di sekolah swasta yang biasa saja pun dapat bekerja sambilan seperti memberikan les privat atau mengajar kursus, apalagi sekarang tempat kursus menjamur di mana-mana. 
Bukan hanya kesejahteraan saja yang meningkat tetapi tenaga Pendidik juga mempunyai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan mereka sampai ke tingkat yang tertinggi.  Bahkan Pemerintah memberi kemudahan kepada Pendidik terutama Pendidik yang berstatus PNS untuk mendapatkan beasiwa S2 bagi Pendidik yang masih berpendidikan S1 ataupun beasiwa S3 bagi Pendidik yang berpendidikan S2.  Dan bagi Pendidik yang mendapatkan beasiswa tersebut mereka  berstatus tugas belajar dan dibebaskan tugaskan dari pekerjaan mereka selama mereka menyelesaikan pendidikan mereka sehingga mereka benar-benar dapat berkosentrasi dalam melanjutkan pendidikan mereka.
Dan banyak juga beasiswa untuk melanjutkan pendidikan yang diberikan oleh pihak swasta untuk para Pendidik,  jadi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa tidak hanya terbatas untuk Pendidik yang berstatus PNS saja tetapi juga untuk Pendidik yang bukan PNS pun tetap mempunyai kesempatan untuk mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan mereka.

Tantangan sebagai seorang Pendidik

Menjadi Pendidik mempunyai banyak tantangan, dan beberapa tantangan tersebut, antara lain:

1.     Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan teknologi yang senantiasa selalu berkembang, membuat Pendidik harus selalu melakukan inovasi dalam meningkatkan ilmu dan pengetahuannya;
2.     Era Globalisasi, dimana persaingan di dunia kerja begitu tinggi maka diperlukan SDM-SDM yang berkualitas yang dapat bersaing di dunia kerja, oleh karena itu Pendidik harus senantiasa dapat menghasilkan SDM-SDM yang berkualitas yang siap bersaing di dunia kerja atau wirausaha;
3.     Kenakalan remaja yang semakin meningkat, baik karena rokok bahkan narkoba yang peredarannya semakin hari semakin meningkat, seks bebas yang dilakukan remaja yang disebabkan oleh pengaruh informasi negatif yang semakin mudah di dapat baik dari televisi, internet,dvd, dan sebagainya, dimana peran Pendidik bukan hanya mengajarkan kecerdasan intelektual tapi juga mengajarkan pendidikan moral kepada peserta didiknya;
4.     Peserta didik yang semakin berpikir dengan kritis disebabkan oleh pola pikir peserta didik sekarang telah berubah dan juga karena teknologi informasi yang berkembang pesat dan cepat diterima peserta didik sekarang, membuat Pendidik juga harus siap untuk menerima kritikan dari para peserta didiknya dan juga harus senantiasa belajar jangan sampai ketinggalan dengan peserta didiknya.

Masih banyak lagi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para Pendidik di masa sekarang, oleh karenanya setiap Pendidik harus selalu siap untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Strategi Untuk menjadi seorang Pendidik yang berkualitas

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 tahun 2007 bahwa Pendidik harus mempunyai standar kualifikasi akademik dan kompetensi.
 
Kualifikasi akademik yang dimaksudkan di atas adalah standar pendidikan minimal yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Sedangkan Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI,dan guru mata pelajaran pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK adalah sebagai berikut:

1.    Kompetensi Pedagodik (menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual)
2.    Kompetensi Kepribadian (bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia)
3.    Kompetensi Sosial (Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi).
4.    Kompetensi Profesional (Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola piker keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu).

Dengan standar yang ditetapkan pemerintah tersebut adalah sebagai suatu standar buat para Pendidik dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Pendidik.

Strategi-strategi yang bisa dilakukan Pendidik untuk menjadi seorang pendidik yang berkualitas adalah:

1.    Pendidik harus mempunyai visi dan misi yang jelas karena dengan visi dan misi tersebut membantu Pendidik tahu apa yang ingin dicapainya dalam dunia pendidikan dan yang mengarahkan Pendidik untuk mencapai tujuannya tersebut;
2.    Pendidik harus mempunyai moral yang benar karena jika Pendidik mempunyai moral yang buruk seperti lebih mementingkan uang daripada tugasnya sebagai seorang pendidik maka yang ada akan ada penyimpangan dalam soal keuangan seperti korupsi, minta imbalan berupa uang kepada peserta didiknya supaya peserta didiknya mendapatkan nilai yang baik, dan sebagainya, maka tujuan dari pendidikan untuk menghasilkan SDM-SDM yang cerdas dan berkualitas akan gagal;
3.    Pendidik harus memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 tahun 2007;
4.    Pendidik juga diharapkan terus belajar dengan mengikuti Pendidikan sampai tingkat yang tertinggi;
5.    Pendidik harus selalu melakukan inovasi dan berpikir kreatif di dalam pengajarannya dengan terus menambah pengetahuan dan keahliannya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan baik yang diadakan oleh pihak sekolah atau pihak lainnya, ataupun belajar sendiri melalui buku-buku;
6.    Pendidik juga harus menjadi inspirasi buat peserta didiknya baik dalam pengajarannya maupun karakternya juga dalam kehidupannya karena menjadi pendidik bukan hanya mengajar untuk kecerdasan intelektual saja tapi juga dalam hal pendidikan moral yang benar dan pembentukan karakter yang jujur, ulet, tangguh, inovatif dan kreatif dari setiap peserta didiknya.

Berkarier di dunia pendidikan merupakan pilihan karier yang menjanjikan di saat sekarang dan jika ingin memilih karier sebagai Pendidik hendaknya bukan hanya uang yang menjadi fokus utamanya tetapi bagaimana menjadi Pendidik yang berkualitas dan mempunyai moral yang benar dan mempunyai visi dan misi pendidikan yang baik dan jelas sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan itu sendiri dapat tercapai.

Tidak ada komentar:

JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->