Minggu, 12 Agustus 2012

Potensi Buah Tropika


Potensi Pertanian Tropika

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di antara dua buah benua yaitu benua Asia dan benua Australia dan juga terletak di antara dua buah lautan yaitu lautan Indonesia dan lautan Pasifik. Indonesia juga mempunyai topografi yang bergunung-gunung dan itu yang membuat Indonesia mempunyai iklim tropis. Karena keadaan demografis dan iklim di Indonesia tersebut membuat Indonesia memiliki kekayaan hayati tropika yang beraneka ragam sehingga pertanian di Indonesia adalah pertanian tropika.

Pertanian adalah suatu proses produksi khas yang didasarkan atas proses pertumbuhan tanaman dan hewan para petani pengatur dan menggiatkan pertumbuhan tanaman dan hewan itu.

Sedangkan pengertian pertanian tropika adalah sebagai suatu usaha pertanian yang diusahakan di daerah tropis di mana terdapat sinar matahari sepanjang tahun dan musim pertumbuhannya sepanjang tahun.

Contoh tanaman-tanaman tropika adalah padi, sayuran dan buah (contohnya: brokoli, kubis merah, tomat, cabe, terong, kentang, jeruk, mangga,salak, durian dll.), tanaman perkebunan (kopi, teh, kelapa sawit dll.), dan juga rempah-rempah yang menjadi komoditi penting dalam perdagangan Domestik maupun Internasional.

Karena itu sebagai masyarakat Indonesia kita patut bersyukur karena mempunyai kekayaan alam yang kaya seperti kekayaan hayati tropika yang beraneka ragam karena tidak setiap negara yang mempunyai tanaman tropika seperti yang kita miliki.  Contohnya saja, negara kita pernah dijajah oleh Belanda selama 350 tahun karena kekayaan hayati tropika yang kita miliki, seperti rempah-rempah, tebu dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, kita juga memiliki buah-buahan tropika yang beraneka ragam dan juga mempunyai kandungan vitamin, nilai gizi yang tinggi dan masih banyak manfaat lainnya bagi kesehatan. Selain itu kita juga mempunyai hutan tropika yang selain kaya akan kayu, juga kaya akan tanaman obat tapi sayang potensi tanaman obat di hutan Indonesia belum dimanfaatkan dengan baik.

Permasalahan yang dihadapi produk pertanian tropika

Kebutuhan akan produk pertanian tropika seperti  sayuran-sayuran, buah-buahan, tanaman perkebunan seperti kopi, teh, bahkan rempah-rempah. dari hari ke hari semakin meningkat, tidak hanya untuk kebutuhan untuk pasar dalam negeri tapi juga untuk kebutuhan pasar luar negeri  Hal ini dibuktikan dengan nilai ekspor dan impor kita yang cenderung naik dari tahun ke tahun.  Tapi sangat disayangkan kalau untuk produk pertanian tropika kita masih mengimpor karena negara kita mempunyai potensi yang sangat besar sekali terhadap pertanian tropika yang masih belum dikembangkan dan dimanfaatkan dengan maksimal.

EKSPOR NON-MIGAS UTAMA MENURUT KOMODITI Per: Jan-Mei
(contoh beberapa produk)
(Nilai : Juta US$)

URAIAN
2010
2011
TREND(%)
2007-2011
PERUB.(%)
11/10
PERAN.(%)
2011
Jan-Mei
PERUB.(%)
12/11
PERAN.(%)
2012
2011
2012
KOPI, TEH
REMPAH-REMPAH
1.428,8
1.676,5
9,90
17,33
1,03
756,3
610,7
-19,25
0,95
BUAH-BUAHAN
297,9
435,6
9,10
46,23
0,27
148,7
175,3
17,88
0,27
KAYU, BARANG DARI  KAYU
2.936,0
3.374,9
1,73
14,95
2,08
1.292,3
1.466,8
13,50
2,28
Sumber:Departemen Perdagangan



IMPOR NON-MIGAS UTAMA MENURUT KOMODITI Per: Jan-Mei
(contoh beberapa produk)
(Nilai : Juta US$)


URAIAN
2010
2011
TREND(%)
2007-2011
PERUB.(%)
11/10
PERAN.(%)
2011
Jan-Mei
PERUB.(%)
12/11
PERAN.(%)
2012
2011
2012
KOPI, TEH
REMPAH-REMPAH
85,4
482,5
42,90
465,01
0,35
52,6
241,6
359,02
0,39
BUAH-BUAHAN
655,4
829,0
18,05
26,49
0,61
354,1
392,2
10,75
0,64
SAYURAN
431,9
599,1
24,32
38,71
0,44
271,8
230,2
-15,29
0,37
Sumber:Departemen Perdagangan

Nilai impor untuk beberapa contoh produk diatas dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain:
1.    Masyarakat masih banyak yang belum menghargai produk pertanian dalam negeri seperti buah-buahan sehingga mereka berfikir buah-buahan dari luar negeri lebih baik dari pada buah-buahan dalam negeri;
2.    Karena produk pertanian dalam negeri kurang mampu bersaing dalam soal mutu dan harga.  Produk luar negeri cenderung mempunyai mutu yang lebih baik dan juga harga yang lebih murah dari pada produk pertanian dalam negeri;
3.    Kebijakan pemerintah dirasakan kurang berpihak kepada para petani kecil yang akhirnya para petani kecil ini tidak dapat bersaing dengan pengusaha petani besar dalam hal pemasaran produk;
4.    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian kita yang masih kalah dibandingkan negara-negara lain;
5.    Kurangnya sumber daya manusia (tenaga-tenaga ahli di bidang pertanian) karena menjadi petani indentik dengan miskin maka tidak banyak anak-anak muda yang mau menjadi petani walaupun mungkin kualifikasi pendidikan mereka di perguruan tinggi adalah di bidang pertanian tetapi mereka cenderung mencari pekerjaan lain dan tidak banyak yang mau mengamalkan ilmu mereka untuk berwirausaha sebagai petani.

Dibawah ini ada tabel dari BPS yang menunjukkan hasil produksi buah-buahan tropika selama beberapa tahun.

Produksi Buah-buahan di Indonesia
Tahun
Mangga
Jeruk
Pepaya
Pisang
Nanas
Durian
Manggis

(Ton)
(Ton)
(Ton)
(Ton)
(Ton) 
(Ton) 
(Ton) 

2007
1,818,619
2,625,884
621,524
5,454,226
1,395,566
594,842
112,722

2008
2,105,085
2,467,632
717,899
6,004,615
1,433,133
682,323
78,674

2009
2,243,440
      2,131,768
772,844
6,373,533
1,558,196
797,798
105,558

2010
1,287,287
2,028,904
675,801
5,755,073
1,406,445
492,139
84,538

2011 *)
2,129,608
1,807,808
955,078
5,899,640
2,169,431
873,980
136,080

*) Angka Sementara

Tahun
Alpukat
Belimbing
Duku/ Langsat
Jambu Biji
Jambu Air
Nangka/ Cempedak
Salak
(Ton)
(Ton)
(Ton)
(Ton) 
(Ton) 
(Ton) 
(Ton) 
2007
201,635
59,984
178,026
179,474
94,015
601,929
805,879
2008
244,215
72,397
158,649
212,260
111,495
675,455
862,465
2009
        257,642
            72,443
195,364
220,202
104,885
653,444
829,014
2010
224,278
69,089
228,816
204,551
85,973
578,327
749,876
2011 *)
271,178
81,173
173,185
213,739
102,755
652,981
815,227
*) Angka Sementara


Tahun
Rambutan
Sawo
Sirsak
Markisa
Sukun
Melinjo
(Ton)
(Ton)
(Ton)
(Ton) 
(Ton) 
(Ton)
2007
705,823
101,263
55,798
106,788
92,014
205,728
2008
978,259
120,649
55,042
138,027
113,778
230,654
2009
986,841
127,876
65,359
120,796
110,923
221,097
2010
522,852
122,813
60,754
132,011
89,231
214,355
2011 *)
800,232
117,656
59,900
140,945
110,322
214,903
*) Angka Sementara

Dari tabel di atas dapat diketahui produksi pertanian tropika seperti buah-buahan mengalami naik dan turun jadi hasil produksi tersebut masih belum stabil dan belum maksimal dibandingkan dengan potensi buahan-buahan tropika yang beraneka ragam dan belum semuanya dikembangkan.

Pengembangan dan Perlindungan Varietas Buahan-buahan Tropika

Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah juga perlu mendorong dan memfasilitasi pengembangan potensi pertanian tropika dalam negeri sehingga hasil produksi pertanian tropika dapat meningkat dan mempunyai mutu dan kualitas yang baik, dan juga agar pertanian tropika dapat menciptakan  lapangan kerja sehingga membantu perekonomian rakyat, maka kebijakan yang harus diambil pemerintah dalam pengembangan potensi pertanian tropika haruslah berbasis penelitian, pengetahuan dan sumber daya alam hayati pertanian tropika Indonesia, melalui pengembangan potensi lokal pada setiap wilayah Indonesia bahkan daerah-daerah terpencil sekalipun.

Untuk pengembangan potensi tanaman buah tropika, pemerintah punya Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) yang melakukan penelitian, pengembangan dan perlindungan varietas tanaman buah tropika.  Tidak hanya Balitbu Tropika, para peneliti dari IPB juga melakukan penelitian dan pengembangan varietas-varietas baru dimana pada tahun 2010 yang lalu,IPB meluncurkan 20 varietas baru hasil temuan para peneliti IPB.

Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) telah mengadopsi dan menerapkan SMM berbasis ISO 9001:2008 dan telah mendapatkan sertifikat dari PT. Mutu Agung Lestari (MAL) sejak Mei 2010, ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas buah tropika dalam negeri sehingga dapat memenuhi syarat ISO 9001:2008 sehingga buah-buahan kita dapat bersaing dengan negara-negara luar sehingga dapat meningkatkan ekspor bahkan bila perlu kita tidak perlu mengimpor buah-buahan tapi memakai produk lokal sendiri yang mutu dan kualitasnya juga baik.  

 varietas buah tropika yang dikembangkan balitbu

Pengetahuan masyarakat lokal atau masyarakat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia tentang jenis-jenis dan manfaat buah-buahan topika yang diwariskan dari nenek moyang juga merupakan aset bangsa dalam pengembangan potensi buah-buahan tropika Indonesia di masing-masing wilayah, sesuai dengan karakteristik sumber daya buah-buahan tropika di masing-masing wilayah Indonesia. 
Oleh karena itu perlu kerja sama lintas sektor pada tingkat pusat sampai daerah, yaitu meliputi sektor-sektor di bidang kehutanan, pertanian, perdagangan, pendidikan, industri dan lain-lain sehingga potensi pertanian tropika Indonesia dapat dikembangkan secara maksimal sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi penduduk Indonesia juga dapat memperbaiki perekonomian penduduk sehingga dapat mengurangi penduduk miskin di Indonesia.



Tidak ada komentar:

JUMP MENU

Jump Menu
!--Page Navigation Start-->